Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Kamis, 15 Januari 2026, Hakim-Hakim 6:33-37 Bertanya Itu Boleh Asal Jangan Lari

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Bacaan Alkitab: Hakim-hakim 6:33-37


Advertisement

Tema : Bertanya Itu Boleh, Asal Jangan Lari

"Kemudian bekatalah Gideon kepada Allah, "Jika Engkau mau menyelamatkan orang israel dengan perantaraanku, sepertiseperti yang Kaufirmankan, maka aku akan menaruh guntingaan bulu domba di atas tempat pengirikan. Apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tetap kering, aku akan mengetahui Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan." (ay. 36-37)

 

Advertisement

Sobat teruna, apakah kita pernah merasa takut untuk mengambil keputusan besar karena tidak yakin itu kehendak Tuhan?

Misalnya, ketika diminta jadi pemimpin kelompok belajar, atau diajak aktif dalam pelayanan. Dalam hati kita berkata, "Kenapa aku? Apa aku bisa?"

 

Advertisement

Gideon mengalami hal yang sama. la baru saja mendapat tugas besar dari Tuhan: memimpin umat Israel dalam pertempuran.

Tapi ia masih ragu. Maka, ia meminta tanda, bukan karena tidak percaya, tapi karena ingin memastikan bahwa ia benar-benar dipanggil Tuhan.

Menariknya, Tuhan tidak marah. Tuhan merespons dengan sabar. Ini mengajarkan bahwa bertanya kepada Tuhan bukan tanda lemahnya iman, melainkan bagian dari proses mengenal suara-Nya.

Gideon tidak lari. la tetap ada di hadapan Tuhan. Ia mencari kepastian agar dapat melangkah dalam keyakinan.

 

Sobat teruna, dalam hidup kita pun, kita sering menghadapi panggilan, Bukan hanya soal pelayanan, tapi juga pilihan dalam pertemanan, studi, bahkan cara kita menghadapi konflik.

Kita bisa bertanya kepada Tuhan, tapi jangan menjadikan pertanyaan itu alasan untuk menunda atau menghindar.

Tuhan menghargai kejujuran hati, la tahu iman tidak tumbuh instan. Tuhan sabar mendampingi setiap keraguan yang datang dari hati yang ingin taat.

Asal kita tetap terbuka dan bersedia mendengar, Tuhan akan menunjukkan jalan. Mungkin kita sedang di titik ragu saat ini, sehingga takut salah langkah, takut kecewa.

Namun, selama kita masih mau berseru kepada Tuhan dan tidak berbalik menjauh, kita sedang berjalan bersama-Nya.

Sobat teruna, jangan malu untuk bertanya, tapi setelah bertanya, bersiaplah juga untuk melangkah.

Karena iman sejati bukan hanya percaya, tapi berani mengikuti ketika Tuhan menjawab. Amin.

 

Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau sabar ketika aku ragu. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer