Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Senin, 26 Januari 2026, Habakuk 1:7-11 Di Balik Kekacauan Allah Tetap Berdaulat

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab Habakuk 1:7-11

Tema : Di Balik Kekacauan, Allah tetap Berdaulat

Sobat teruna, pernahkah kita merasa bingung ketika melihat orang yang jahat dan suka berbuat curang hidupnya lebih enak, lebih sukses, dan lebih bahagia?

Advertisement

Sementara itu, orang yang selalu jujur dan berbuat baik, malah sering mendapatkan masalah.

Rasanya tidak adil, bukan? Mengapa Tuhan membiarkan orang-orang yang jahat tetap menikmati hidup mereka? Apakah Tuhan lebih berpihak kepada mereka?

 

Advertisement

Firman Tuhan hari ini merupakan bagian dari jawaban Tuhan atas pertanyaan Habakuk mengenai "Berapa lama lagi bangsanya harus menderita."

Tuhan menyatakan bahwa la akan bertindak, yaitu dengan segera membangkitkan orang-orang Kasdim atau Babel (ay. 6).

Ayat 7-11 menyampaikan gambaran tentang orang-orang Babel sebagai bangsa yang cepat, ganas, dan memiliki kekuatan militer yang tidak ada bandingannya.

Kemampuan militernya itu membuatnya menjadi sombong serta angkuh, bahkan menghina penguasa kerajaan-kerajaan lainnya.

Babel tidak menghargai siapa pun, kecuali dirinya sendiri dan dia memuja kekuatannya sendiri sebagai tuhannya.

 

Penyampaian Tuhan di ayat 7-11 ini memang tidak memberi penghiburan atas keluhan Habakuk, namun mengingatkan Habakuk bahwa Tuhan sebenarnya tidak bersikap diam.

la bertindak dalam konteks dunia yang lebih luas. Ketika Babel diizinkan untuk berkuasa atas Yehuda, sesungguhnya Tuhan juga punya rencana untuk menata kehidupan dunia yang lebih indah.

 

Sobat teruna, ketika Tuhan mengizinkan keinginan Babel untuk menguasai dan menindas bangsa Yehuda, la sebenarnya sedang memberikan didikan untuk menyadarkan Yehuda akan dosa-dosa mereka.

Semua itu la lakukan sebagai bentuk dari keadilan-Nya. Akan tetapi, bukan berarti Tuhan menyetujui semua kekejian Babel.

Dalam kedaulatan-Nya, Tuhan pun menegaskan bahwa kekejian Babel tidak akan berlangsung lama karena mereka pun akan mendapat hukuman atas tindakan mereka. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan tolonglah kami untuk selalu percaya pada cara-Afu menata hidup dunia, bahkan hidup kami sendiri. Amin

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer