Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Selasa, 27 Januari 2026, Kesombongan Mendatangkan Kehancuran

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab. Habakuk 1:15-17


Advertisement

Tema : Kesombongan Mendatangkan Kehancuran

Dalam bukunya yang berjudul Mere Christianity, C.S. Lewis devil: Pride leads to every other vice: it is the complete anti-God state of mind".

Kesombongan adalah akar dari semua dosa yang lain karena kesombongan menempatkan diri sendiri sebagai pusat atas segala sesuatu.

Advertisement

Kekuatan militer dan kehebatan Babel telah membuat mereka bersikap sombong. Mereka pun mendewakan diri dan kekuatan sendiri.

 

Sobat teruna, bacaan firman Tuhan hari ini merupakan kedua. la Habakuk yang bagian dari pertanyaan mempertanyakan bagaimana bisa Tuhan yang adil dan suci bisa mengizinkan bangsa yang jahat seperti Babel untuk menghukum mereka.

Advertisement

Sebagai bangsa kecil, Yehuda menjadi korban politik yang berhasil dikuasai dan ditaklukkan oleh Babel.

Atas semua kemenangan yang diperoleh, Babel membanggakan diri dengan bersukaria dan bersorak-sorai. Mereka memuja-muja kekuatan sendiri.

Mereka yakin bahwa mereka dan kekuasaan keberhasilan mereka untuk menguasai bangsa-bangsa lain terjadi karena kekuatan mereka sendiri dan bukan karena Tuhan.

 

Sobat teruna, Babel terbuai atas kekuasaan besar yang ada pada mereka. Mereka merasa sangat hebat, tak terkalahkan, dan bisa melakukan apa saja tanpa perlu mengandalkan siapa pun, termasuk Tuhan.

Namun demikian, kesombongan itu tidak bertahan lama. Ia hanya bersifat sementara. Kekuasaan Babel pada akhirnya runtuh juga.

Sehebat-hebatnya Babel, ada masa di mana kehebatan itu menjadi hancur. Kisah Babel mengingatkan kita bahwa kesombongan hanya akan membawa kita pada kehancuran.

Maka, waspadalah bila dalam hidup ini kita sering merasa paling pintar, paling kuat, atau paling benar.

Pikiran- pikiran seperti itu bisa membuat kita lupa diri, bahwa banyak hal di hidup ini yang tak dapat kita kendalikan tanpa pertolongan Tuhan. Amin.

 

Doa: Ya Tuhan kami rapuh dan terbatas. Tolonglah kami agar mau hidup rendah hati di hadapan-Mu Amin

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer