Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 6 Februari 2026, Yakobus 3:13-16 Hidup Dalam Hikmat Tuhan

Yakobus 3: 13-16
HIDUP DALAM HIKMAT TUHAN
Hikmat Allah berlawanan dengan kehendak setan
"Hikmat seperti itu tidak datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan" (ay. 15)
Sebagai orang percaya, kita rindu melakukan kebenaran sesuai bahwa kita adalah umat pilihan Kristus.
Namun dalam kenyataannya, tidak mudah bagi kita untuk hidup kudus sebagaimana yang dikehendaki Allah.
Terkadang, kita masih hidup dalam manusia lama yang penuh dengan kebencian, kesombongan, bahkan keserakahan. Kita harus memiliki resep bagaimana dapat hidup benar sesuai kehendak-Nya.
Bahan bacaan hari ini dengan tegas membedakan hikmat yang dari Allah dan hikmat yang dari dunia.
Bila umat hidup dengan perasaan iri hati, mementingkan diri sendiri, memegahkan diri dan berdusta melawan kebenaran, maka itu berarti ia hidup dalam kendali hikmat yang berasal dari hawa nafsu manusia dan dunia, dan dari setan. (ayat.15)
Sebab bila ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, maka akan terjadi kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (ayat.16).
Selain itu, jika umat hidup dari hikmat yang dari atas, dari hikmat Allah, maka kita akan menampakkan hidup yang murni, artinya hidup yang kudus jauh dari perbuatan dosa (ayat 17).
Selanjutnya, hikmat yang dari atas itu cinta damai, peramah, penurut dan penuh belas kasihan, tidak memihak dan tulus Ikhlas (ayat 18).
Kita melihat di sini bahwa hikmat yang dari dunia, dari hawa nafsu manusia dan dari setan akan melahirkan hidup yang penuh kekacauan dan kerusakan.
sedangkan hikmat yang dari atas akan menghasilkan kehidupan yang penuh kedamaian dan kasih yang sejati.
Pemuda-pemudi GPIB diharapkan dapat memilih hidup dalam hikmat Tuhan Yesus, bukan memilih hikmat dunia agar perjalanan hidup kita senantiasa diberkati dan dituntun oleh kuasa Roh Kudus. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami hidup dengan hikmat Tuhan agar kami tidak dikuasai oleh hikmat dunia ini, hikmat setan yang berlawanan dengan hikmat-Mu. Amin.

