Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 11 Februari 2026, Yeremia 33:1-9 Tuhan Yang Memulihkan

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Yeremia 33:1-9

TEMA : TUHAN YANG MEMULIHKAN

Allah dalam kasih-Nya yang berlimpah mau datang mencari dan menghampiri kita. Ia memanggil kita datang kepada-Nya

Advertisement

"Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, hal-hal yang tidak kauketahui." (ay. 3)

 Kisah sepasang kekasih yang terpisahkan jarak dan kesibukan kerja menjadi cerminan pahit: janji setia manusia sering kali rapuh. Di tengah tekanan dan pengabaian, janji yang mulia pun kandas, digantikan luka tanpa upaya pemulihan.

Namun, di dunia yang penuh ingkar janji ini, kesetiaan janji Allah tetap tak tergoyahkan.

Advertisement

Dalam kitab Yeremia 33, kita diperhadapkan pada janji Tuhan yang spektakuler: "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, hal-hal yang tidak kau ketahui."

 

Panggilan untuk "berseru" ini bukanlah sekadar ajakan berdoa; ini adalah undangan tegas bagi umat untuk berbalik dan bertobat dari kehidupan yang sia-sia. Lantas, apakah "hal-hal besar" yang Aku akan dijanjikan?

Tuhan menjawab, "Sesungguhnya, mendatangkan kesehatan dan kesembuhan kepadanya; Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah (ay. 6).

Ini adalah janji pemulihan total bagi Israel dan Yehuda dari kehancuran.

 

Janji setia Tuhan yang memulihkan ini berlaku melintasi zaman. Generasi kita rentan terluka. Bahkan sering dilabeli "generasi stroberi".

Mental kita dianggap lembek dan mudah menyerah, Jangan diam dan tidak peduli terhadap label itu.

Memang harus kita akui bahwa label tersebut mungkin mengandung kebenaran. Oleh karena itu, jangan pernah berdiam di zona nyaman.

Bangkitlah, bergeraklah maju menghadapi tantangan zaman dengan iman yang kokoh.

Rajinlah berdoa dan memanggil nama Tuhan. Biarkan kesetiaan-Nya memulihkan kita dari luka dan kerapuhan mental yang diciptakan oleh lingkungan sosial dan budaya populer.

Hanya dengan berseru dan berpegang teguh pada janji-Nya, kita dapat diubah dari generasi yang rentan menjadi alat pemulihan di tangan-Nya. DPR/al

 

Doa: Ya Allah yang setia, ajar kami untuk memegang janji-janji-Mu dengan teguh dan tak tergoyahkan, Bentuklah kami. pakai kami sebagai alat pemulihan yang kuat di tangan-Mu. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer