Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Harian, Jumat, 13 Februari 2026, Yesaya 55:6-7 Carilah Tuhan Jangan Yang Lain

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Yesaya 55:6-7


Advertisement

TEMA : CARILAH TUHAN, JANGAN YANG LAIN!

Doa adalah cara terbaik kita mencari wajah TUHAN. Temuilah Dia dalam ruang-ruang doa kita yang paling tulus,

"Carilah TUHAN selama la berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama la dekat!" (Yesaya 55:6)

Advertisement

 

Kisah kakek dan lebah adalah metafora tajam tentang bahaya penundaan yang berbalut keserakahan.

Awalnya, kakek itu mentoleransi keberadaan lebah di langit-langit, berharap mendapatkan madu yang manis. Ia terus menunda pengusiran, terbuai oleh potensi kenikmatan.

Advertisement

Namun, penundaan itu berakibat fatal, beratnya sarang lebah yang menumpuk tak tertahankan, menjatuhkan kayu, melepaskan serangan jutaan lebah, dan menghancurkan rumahnya. la selamat, tetapi kerugiannya besar dan traumatis.

 

Sobat muda, kita sedang menghadapi fenomena yang sama. Kita hidup di zaman yang serba tersedia, sebuah tawaran kenyamanan yang memikat, manis seperti madu di rumah si kakek.

Segala kebutuhan dan hiburan datang segera, langsung ke genggaman. Kita dengan mudah menjadi tidak berdaya keluar dari kenikmatan instan ini.

Tanpa disadari, kita mempertaruhkan fondasi rohani kita demi kepuasan sesaat, hingga berpotensi meruntuhkan seluruh struktur kehidupan iman kita.

 

Sering kita begitu asyik berselancar dengan arus kenyamanan dunia, sehingga secara tidak sadar menjauh dari persekutuan dengan Tuhan.

Kita mulai merasa tidak perlu beribadah, tidak penting terlibat dalam persekutuan Gerakan Pemuda, bahkan lupa mencari kehendak Tuhan.

Kita menunda pengusiran "lebah" kenikmatan duniawi, berharap madu keuntungannya, sampai kita berisiko mengalami keruntuhan rohani.

 

Firman Tuhan hadir sebagai peringatan yang mendesak dan tegas. Ini mengingatkan kita akan kebutuhan rohani kita untuk mencari Tuhan selama la berkenan ditemui.

Ini menekankan sebuah urgensi yang tak terbantahkan bahwa tidak selamanya Tuhan berkenan kita jumpai.

 

Jangan pernah menunda! Jangan biarkan tawaran kenikmatan dunia ini menjadi sarang yang merusak fondasi iman. Selagi pintu rahmat-Nya masih terbuka bagi kita, segeralah bertindak.

Carilah TUHAN, bukan yang lain! Keselamatan dan pemulihan rohani tidak dapat ditunda; risikonya terlalu besar. Amin.

 

Doa : Dari kesunyian diri di tengah keriuhan dunia yang sibuk, kami berseru ya Tuhan. Selamatkan jiwa kamu dari tawaran kenyamanan dunia yang memikat dan menjebak Anugerahkan keberanian untuk segera mencari dan menemukan-Mu. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer