Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 Maret 2026, Markus 9:20-24 Tolonglah Aku Yang Tidak Percaya Ini

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Markus 9:20-24

TEMA : TOLONGLAH AKU YANG TIDAK PERCAYA INI

 

Advertisement

"Segera ayah anak itu berteriak, "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!." (ay.24)

 

Seorang ayah dalam kisah ini terbuka dan memohon dengan rendah hati kepada Yesus.

Advertisement

Permohonan ini memperlihatkan kejujuran seorang ayah, yang ditulis dengan baik oleh Markus, penulis Injil kedua.

Kita diajak merenungkan tentang kejujurannya. Kejujuran adalah awal keberhasilan.

Inilah yang disampaikan Markus melalui kisah kasih seorang ayah kepada anaknya yang sakit.

Terkadang orang justru menutupi kelemahan atau kegagalan, tetapi ayah itu tidak melakukannya.

Ini mengajarkan kepada kita bahwa Yesus telah berhasil membawa ayah itu untuk jujur dan hidup dalam tuntunan-Nya, melewati rintangan kedagingannya, menuju hidup beriman.

 

Berkaca pada berkat besar dari Tuhan Yesus kepada ayah itu, kita dapat bertanya ke dalam diri sendiri: apakah ada kerendahan hati dalam beriman kepada-Nya?

Bisa terjadi iman kita belum sampai pada hati yang berserah dan bersandar kepada-Nya, oleh sebab itu kita bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu akan lebih baik.

 

Seorang pengkhotbah pernah berkata bahwa khotbahnya yang begitu disukai oleh banyak orang; ia dielu-elukan, namun ia sadar bahwa yang dilakukannya hanyalah profesi.

Ketika ia sakit keras, ia pun sadar bahwa dirinya bisa berkhotbah tetapi hatinya tidak pada Tuhan Yesus; ia tinggi hati. Ia terbuka, belajar dan bersandar.

 

Kita pun terus belajar beriman dengan rendah hati di tengah dunia yang mengandalkan kapabilitas dan kemampuan.

Dengan kerendahan hati, kita mengerti bahwa iman bukanlah soal seberapa kuat keyakinan kita, tapi seberapa dalam kita menyerahkan diri kepada Tuhan, bahkan ketika ragu.

Mari kita belajar mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Yesus, selalu mau mengikuti rencana-Nya, hidup dengan rendah hati, jujur, dan siap berkarya.

Kepada-Nyalah kita membangun hidup, dan bersama Dia kita berkarya di dunia ini. Amin.

 

Doa: Tuhan, kami mengakui segala kelemahan dan kesombongan, tolonglah agar kami mengandalkan-Mu dan rendah hati. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 November 2026, Habakuk 2:15-20  Evaluasi Diri Spiritualitas

"Tetapi, TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan- Nya, hai segenap bumi!"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 3 November 2026, Habakuk 2:4-5  Evaluasi Diri Orang Benar A

"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer