Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 5 Maret 2026 Markus 12:1-5 Kacang Lupa Kulitnya

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Markus 12:1-5 FEB

TEMA : "KACANG LUPA KULITNYA...?"

"Tahu diri, dan ingatlah Tuhan dalam susah-senang hidupmu.

Advertisement

Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka (Ay. 2)

 

Peribahasa kuno Indonesia berkata: "Bagai kacang lupakan kulit" Artinya, seorang memilih untuk melupakan atau mengabaikan kebaikan orang lain.

Advertisement

Singkatnya, lupa diri atau tidak tahu diri. Apakah kita pernah berada pada posisi itu, melupakan kebaikan-kebaikan orang lain yang diberikan pada kita?

Atau mengalami menjadi seseorang yang dilupakan meski sudah berbuat banyak kebaikan?

 

Ungkapan peribahasa ini sangat pas menggambarkan kisah Alkitab tentang seorang pemilik kebun anggur yang menitipkan kebunnya untuk diurus dan dikelola oleh para penggarap.

Pemilik kebun berharap besar bahwa penggarap-penggarap itu menghasilkan keuntungan-keuntungan dari kebun anggurnya.

Akan tetapi, para penggarap itu ternyata lupa bahwa mereka bukanlah pemilik dari kebun anggur itu.

Bagai kacang lupa akan kulitnya, para penggarap justru menangkap, memukul, mempermalukan, mengusir, bahkan membunuh hamba dari pemilik kebun anggur.

Sungguh penggarap yang tidak tahu diri. Penggarap tidak menanam, tidak berjerih lelah membangun lubang pemerasan anggur, dan menara jaga, tinggal menerima dan mengelola hasil dari kebun itu saja.

Akan tetapi mereka justru menjadi orang yang lupa diri pada pemilik kebun anggur.

 

Kisah ini mengajarkan kita bahwa sebagai orang muda, kita adalah penggarap-penggarap kebun anggur Yesus.

Tuhan telah mempercayakannya bagi kita melalui kehidupan kita, keluarga, pekerjaan, sekolah, pelayanan dan lainnya.

Apakah kita sudah mengembalikan hasil yang terbaik kepada Tuhan? Atau kita sama seperti penggarap-penggarap yang lupa diri terhadap tuannya.

Jika kita berhasil dalam banyak hal di hidup ini, jangan lupa diri pada Tuhan kita yang Sang Pemberi. Muliakanlah Dia dalam segala hal. Amin.

 

Doa : Ya Allah Sang Cinta, tolonglah aku untuk mengingat Tuhan dalam setiap hal. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer