Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 5 Maret 2026 2 Markus 12:1-5 Allah Tetap Mengasihi

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB


Advertisement

Pembacaan Alkitab :  2 Markus 12:1-5

TEMA : ALLAH TETAP MENGASIHI

"Lalu la menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Demikian juga dengan banyak hamba yang lain. Ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh." (ay.5)

Advertisement

 

Perumpamaan tentang penggarap kebun anggur memiliki tokoh-tokoh dengan makna tertentu: Pemilik kebun anggur adalah Allah, kebun anggur adalah umat Israel, penggarap adalah pemimpin agama/bangsa Israel yang tidak setia, hamba adalah nabi, dan anak adalah Yesus.

 

Advertisement

Dalam ayat 1-5, para penggarap melakukan kejahatan dengan menangkap dan memukul (ay.3), melukai dan mempermalukan (ay.4) dan membunuh (ay.5) para utusan.

Mengapa sang pemilik kebun yaitu Allah, begitu sabar? Apa maknanya?. Pertama, Allah panjang sabar (Mazmur 103:8).

Karakter Allah bukan cepat marah, tetapi penuh kasih dan kesabaran. Dari karakter ini, maka la memberi kesempatan untuk bertobat (2Petrus 3:9).

- Kesabaran Allah adalah ruang pertobatan, bukan kelemahan. Kedua, Cerminan kasih sejati - Kasih Allah bukan impulsif, tetapi setia, bertahan, dan terus mengupayakan pemulihan.

Keadilan yang tidak tergesa-gesa - Allah tidak tergesa menghakimi agar tidak ada yang binasa (Yehezkiel 18:23).

Hal ini tentu saja berbeda dengan zaman sekarang yang serba instan dan budaya serba cepat (instan food, instan success, instan gratification).

 

Kesabaran Allah itu menunjukkan karakter dan anugerah-Nya. Tuhan tidak segera menjatuhkan hukuman, meskipun umat-Nya terus memberontak.

la tetap memberi kesempatan lewat hamba-Nya, para nabi, menunjukkan bahwa pertobatan masih mungkin.

 

Di minggu Prapaskah, kita dapat merefleksikan kesabaran Allah tentang berapa banyak kesempatan yang Tuhan beri dalam hidup kita.

Apakah kita juga masih menolak suara dan kesabaran melalui hamba-hamba-Nya? Apakah saya sedang mengabaikan panggilan Tuhan?

Sebagai orang percaya, kita juga dipanggil meneladani kesabaran Allah. Di tengah masyarakat yang cepat menghakimi, kita harus belajar mengampuni, menunggu dengan kasih, serta bersaksi dengan konsisten. Amin.

 

 

Doa: Ya Tuhan, ajarkan kepada kami untuk sabar di tengah dunia yang menghakimi dan berbudaya instan ini. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer