Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 19 Maret 2026, Matius 5:17-20 Menerima Hukum

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Matius 5:17-20

TEMA : MENERIMA HUKUM

Janganlah menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" (ay. 17).

Advertisement

 

Bukankah sekarang zaman kebebasan, dan kebebasan itulah yang diperjuangkan? Karena kalau bebas, sepertinya hidup ini enak.

Adanya aturan hanya merepotkan. Melakoni hidup serasa terbatas karena harus patuh dan dikawal agar mengikuti berbagai norma hukum moral.

Advertisement

Banyak standar etika dirasa membatasi perilakunya. Betul, kita tidak hidup sendiri, tetapi bukankah setiap individu bebas berperilaku, asalkan tidak merugikan orang lain?

Prinsip seperti itu tentu mengabaikan pertalian kerabat atau komunitas apa pun, di mana dirinya cenderung mau hidup bersama.

Di setiap perkumpulan atau komunitas apa pun selalu ada aturan, bahkan hukum yang sudah dan akan dibuat bersama, yang berguna mengarahkan setiap anggotanya agar berguna bagi sesama dan komunitasnya.

Negara memiliki hukum guna mengatur agar kebaikan, kesejahteraan, dan keadilan dapat terjaga serta berlangsung.

 

Allah menganugerahkan Hukum Taurat, yakni 10 Perintah Allah, bukanlah untuk membatasi kebebasan manusia, melainkan karena Allah mengasihi ciptaan-Nya.

Yesus sangat menjunjung dan menghormati kekudusan hukum, sehingga la tidak menghapus dan mengabaikannya.

Justru yang ditentang-Nya adalah paksaan untuk memberlakukan ribuan hukum tertulis sebagai turunan Dasa Titah sebagai hasil rumusan para ahli Taurat, sementara mereka tidak mengajarkan motif dan prinsip dasar Hukum Taurat, yakni kasih.

Tetapi Yesus, melalui hidup-Nya, memberikan teladan untuk memenuhi prinsip hukum Allah tersebut. Prinsip hukum itu memungkinkan hadirnya hidup damai, adil, dan bahagia.

 

Penyambutan terhadap Hukum Taurat haruslah bertolak dari kesadaran akan kasih Allah pada dirinya, yang kemudian disambut dengan penuh ungkapan syukur.

Kesadaran itu mendorong untuk memberi rasa hormat pada Allah serta perhatian penuh kasih bagi sesama dan dirinya.

Mari hari ini, kita semakin menghormati Allah dengan berbuat bebas dalam mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Amin.

 

Doa: Ya Yesus, kiranya kami terus menghormati kasih-Mu yang menjadi nyata dengan hidup mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Amin.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer