Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

The Giving Pledge Mulai Retak, Beberapa Miliarder Memilih Mundur

P

Pendiri Paypal Peter Thiel (kiri) diterima Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi dalam kunjungan di Kantor PM Jepang, Tokyo, awal Maret 2026.
Pendiri Paypal Peter Thiel (kiri) diterima Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi dalam kunjungan di Kantor PM Jepang, Tokyo, awal Maret 2026.


Advertisement

NEW YORK – The Giving Pledge, konsensus filantropi di kalangan miliarder global, mulai retak. CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett berbeda pandangan dengan pendiri PayPal dan Palantir Technologies Peter Thiel tentang ke mana kekayaan seharusnya diarahkan. Apakah disalurkan lewat lembaga filantropi atau diputar untuk menciptakan nilai ekonomi secara langsung.

Selama bertahun-tahun, Buffett dikenal sebagai salah satu penggerak utama filantropi global melalui The Giving Pledge yang didirikan bersama Bill Gates dan Melinda French Gates. Program itu mendorong para miliarder untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka, baik semasa hidup maupun setelah wafat.

 

Advertisement

Namun, komitmen tersebut kini menghadapi gelombang penolakan. The New York Times melaporkan, Peter Thiel secara privat mendorong sekitar selusin penandatangan untuk menarik diri dari grup dermawan itu. Dia bahkan menyebut konsensus tersebut sebagai "klub boomer palsu yang berdekatan dengan Epstein".

CEO Coinbase Brian Armstrong dilaporkan juga mundur diam-diam. Sementara CEO Oracle Larry Ellison memilih mengubah komitmennya.

 

 

Sejumlah pengkritiknya menilai lembaga filantropi terlalu sering bersifat simbolis, lamban, dan tidak efisien. Menurut mereka, cara terbaik untuk memperbaiki dunia bukanlah dengan membagi kekayaan, melainkan membangun perusahaan, teknologi, dan sistem yang menghasilkan nilai ekonomi, lapangan kerja, serta inovasi.

Semua itu menandakan bahwa generasi miliarder yang lebih muda tak lagi memandang filantropi sebagai kewajiban moral yang niscaya. (din/dri/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia-Korut Bangun Jalan Penghubung Moskow-Pyongyang

Rusia dan Korea Utara (Korut) hampir menyelesaikan pembangunan jembatan darat pertama yang menghubungkan kedua negara. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalur penghubung baru antara Moskow dan Pyongyang melalui....

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Trump Diminta Desak Netanyahu Hentikan Kekerasan Tepi Barat

Ratusan mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel mendesak Presiden AS Donald Trump menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di....

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Apple Ciptakan Kacamata Pintar agar Privasi Lebih Terlindungi

Persaingan di pasar kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong Meta untuk menghadapi tantangan baru, yakni meningkatkan perlindungan privasi pengguna. Kehadiran Apple yang dikabarkan akan mengedepankan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer