Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 2 April 2026, Yohanes 10:1-10 Gembala Bagi Domba-DombaNya

A

LOGO GPIB
LOGO GPIB


Advertisement

Pembacaan Alkitab : Yohanes 10: 1-10

TEMA : "GEMBALA BAGI DOMBA-DOMBA-NYA"

Yesus berkata lagi, 'Sesungguhnya Aku berkata kepadamu. Akulah pintu bagi domba-domba itu." (ay.7)

Advertisement

 

"Sukacita adalah bentuk sederhana dari rasa syukur" (Karl Barth). Saat kalut, tidak-pasti dan ancaman, lalu datang seorang membawa suasana damai yang menyejukkan bukankah itu memberi kita rasa sukacita dalam hati saat itu juga?

Bahkan, perasaan dalam hati itu dapat mendorong kita membagi sesuatu kepada sesama lewat tindakan sebagai kesaksian atas apa yang kita alami itu.

Advertisement

 

Yohanes 10 ini mengisahkan, Yesus sebagai Gembala yang baik dan Pintu bagi domba-domba-Nya.

Dijelaskan di sini bahwa Gembala yang baik itu: mengenal domba-dombanya (namanya masing- masing), mendengarkan suara domba-dombanya (mendengarkan: listening, bukan mendengar: hearing) yang berarti peka, menyimak, memperhatikan.

Ini dimungkinkan karena adanya kebutuhan sang Gembala, yakni untuk mengasihi, dan memberi hidup-Nya.

Karena itu, la berjalan di depan para domba yang memimpin, menunjukkan arah jalan yang tepat sehingga tidak tersesat (oleh orang-orang asing yang mereka tidak kenal) dan ini turut memberi rasa aman, damai para domba.

Yesus juga berfungsi sebagai pintu bagi domba-domba- Nya untuk masuk ke kandang, dan menyediakan makanan yang dibutuhkan serta melindunginya.

Yesus pun menyebut, semua orang yang datang sebelum Dia, yakni para Farisi serta imam-imam adalah pencuri dan perampok, tidak mendengarkan suara para domba, dan membinasakan.

Sebaliknya hanya mencari keutungan Sebaliknya, Gembala yang baik, yaitu Yesus memberikan nyawa Nya bagi domba-domba-Nya.

 

Yesus adalah Gembala yang baik dan Pintu bagi domba-domba- Nya serta jalan menuju keselamatan dari Allah bagi kita.

Dia menjadi jalan masuk menuju rasa aman dan keselamatan. Kristus adalah Pelindung yang dapat kita percayai dan berharap.

Karena itu, marilah bersyukur atas pengurbanan-Nya dengan melakukan semua kehendak-Nya dalam hidup kita.

Mari, menjadi pengikut-Nya yang setia dan juga memiliki kepekaan dan mau mendengarkan (peduli) semua orang di sekitar kita. Amin.

 

Doa: Ya Yesus Gembala yang baik, tuntun dan kuatkan kami menghadapi realitas hidup ini, agar boleh senantiasa bersyukur kepada-Mu. Amin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer