Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 10 April 2026, Ulangan 16:16-17 Paskah Mengingat Dan Membawa Persembahan Syukur

Pembacaan Alkitab : Ulangan 16: 16-17
TEMA : PASKAH: MENGINGAT DAN MEMBAWA PERSEMBAHAN SYUKUR
"Tetapi masing-masing dengan persembahan di tangannya, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu" (ay. 17)
Setelah mengatur Hari Raya Pentakosta dan Hari Raya Pondok Daun, kita membaca ketetapan Tuhan ketiga yaitu Hari Raya Roti Tidak Beragi (Paskah).
Jika pada Hari Raya Tujuh Minggu mereka merayakan awal panen gandum sebagai bentuk syukur atas berkat hasil tanah; Hari Raya Pondok Daun memperingati pemeliharaan Tuhan selama bangsa Israel tinggal di tenda-tenda padang gurun, maka pada Paskah umat Israel memperingati pembebasan dari perbudakan di Mesir.
Roti tidak beragi melambangkan ketergesaan saat keluar dari Mesir. Jika bagi John Locke mengingat menjadi fondasi manusia dalam menyatukan kesadaran dan identitas diri, maka bagi Israel, ketiga perayaan ini menjadi jangkar memori yang memastikan mereka tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa merdeka dan diberkati.
Namun, mengingat dalam Alkitab tidak berhenti pada refleksi batin. Ingatan yang benar harus membuahkan tindakan nyata sebagai bentuk syukur atas sejarah hidup yang disertai Tuhan.

