Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenhub Audit Sistem Operasional Taksi Green SM

P
EFEK DOMINO: Kondisi mobil taksi Green SM yang hancur karena tertabrak KRL akibat dorongan hebat saat KRL tersebut dihantam oleh KA Argo Bromo Anggrek.
EFEK DOMINO: Kondisi mobil taksi Green SM yang hancur karena tertabrak KRL akibat dorongan hebat saat KRL tersebut dihantam oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Advertisement

 KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) membentuk tim khusus untuk mendalami insiden di Stasiun Bekasi Timur. Mereka juga memanggil manajemen Taksi Xanh SM atau Green SM. 

Sebab, tabrakan itu diawali oleh mogoknya armada taksi Green SM di tengah rel kereta api.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyatakan, pemeriksaan akan mencakup aspek perizinan, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan terhadap ketentuan operasional angkutan umum. "Prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan," ujarnya.

Advertisement

Berdasarkan data aplikasi Siprajab, kendaraan taksi bernomor polisi B 2864 SBX yang terlibat kecelakaan telah terdaftar dan memiliki kartu pengawasan. Masa berlakunya hingga 28 Oktober 2026. Kendaraan tersebut juga terdaftar sebagai taksi reguler yang beroperasi di wilayah Jabodetabek.

Meski demikian, Kemenhub tetap melakukan pendalaman untuk memastikan kepatuhan operator terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Perusahaan taksi Green SM sendiri diketahui telah mengantongi sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) dengan masa berlaku lima tahun.

Aan menegaskan, pihaknya akan mengaudit kembali implementasi standar manajemen keselamatan di lapangan. Pemeriksaan mencakup kesiapan kendaraan, kompetensi pengemudi, serta sistem operasional perusahaan. "Kami akan menilai bagaimana standar keselamatan dijalankan, termasuk kewajiban perusahaan dalam memastikan seluruh aspek operasional memenuhi ketentuan," jelasnya.

Dukung Investigasi

Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagramnya. Mereka mengatakan menaruh perhatian penuh pada insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis manajemen Green SM.

Mereka juga menyatakan bahwa insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang. "Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan." (raf/zak/oni)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

TRAGEDI BEKASI: Guru SD Asal Cikarang Ikut Jadi Korban

TRAGEDI BEKASI: Guru SD Asal Cikarang Ikut Jadi Korban

DUKA menyelimuti rumah sederhana di Kampung Ceger, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, kemarin (28/4). Pelayat berdatangan sejak pagi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Nurlaela, 40, guru yang....

TRAGEDI BEKASI: Kecepatan Argo Bromo Anggrek 110 Km/Jam saat Menabrak KRL 5568

TRAGEDI BEKASI: Kecepatan Argo Bromo Anggrek 110 Km/Jam saat Menabrak KRL 5568

Sekitar sembilan jam lamanya Endang Kuswachyadi terjepit di dalam gerbong, khususnya penumpan Kereta Rel Listrik (KRL) yang harus pasrah diseruduk Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek itu. Peristiwa tabrakan terjadi pada S

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer