Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Senin, 4 Mei 2026, Kidung Agung 5:7-8 Rindu Obat Atau Racun

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 5:7-8
TEMA : RINDU: OBAT ATAU RACUN?
Jangan sampai kita teracuni dengan rindu, sampai lupa pada Dia yang begitu merindukan kita datang.
Apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku! (Kid. 5:8b)
Rindu ibarat dua sisi koin. Di satu sisi kita merasakan kebahagiaan karena rindu orang yang kesedihan dan kepahitan juga ada yang bersumber dari perasaan terlalu merindu. Hal ini yang diungkapkan pasangan dalam bacaan kita.
Kali ini kita membaca dari perspektif mempelai perempuan, yang sama-sama merindukan dan ingin bertemu pasangannya.
Kerinduan itu awalnya membawa perasaan menggebu-gebu (ayat 2-5) namun seketika lenyap ketika kekasihnya tak nampak (ayat 6).
Rasa getir itu semakin menjadi manakala nasib buruk menimpa dirinya (ayat 7). Menariknya, mempelai perempuan menyebut bahwa asmara adalah sakit. Sakit karena apa yang begitu diinginkan, tidak bisa didapatkan.
Tidak ada yang salah dari perasaan rindu. Malahan, itu adalah tanda bahwa kita mengasihi orang tersebut. Namun, sering kali kita terjebak pada perasaan merindu yang membuat kita jadi salah fokus, atau malah sakit karena kita merasa kecewa.

