Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 12 Mei 2026, Wahyu 2:18-28 Tuhan Menilai Hari Bukan Penampilan

Pembacaan Alkitab : Wahyu 2:18-28
TEMA : TUHAN MELIHAT HATI BUKAN PENAMPILAN
Aku tahu segala pekerjaanmu: Baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketabahanmu. Aku tahu bahwa pekerjaanmu yang terakhir, lebih banyak daripada yang pertama (ay. 19).
Jemaat di Tiatira adalah Jemaat yang mendapat pujian dari Tuhan. Bukan hanya pujian atas pekerjaan, kasih, iman, pelayanan dan ketabahan yang baik, namun Tuhan juga memuji pekerjaan yang menunjukkan progress yang luar biasa.
Terdapat peningkatan yang signifikan, bahwa pekerjaan (baca : pelayanan dan persekutuan, yang saat ini, lebih baik dari pelayanan yang sebelumnya mereka bangun.
Namun, di ayat 20 Tuhan tetap menegur jemaat Tiartira, kerika sebagian dari mereka, mentolerir hal-hal yang yang tidak benar, yaitu melalukan penyembahan kepada berhala, hingga kebablasan.
Pembiaran terhadap dosa, pastinya akan merusak persekutuan, karena itu, Tuhan harus bertindak. Hal ini menunjukan bahwa Tuhan sangat konsisten dan objektif di dalam menilai, karena yang Tuhan nilai adalah hati.
“Ïzabel” disebut sebagai perempuan yang telah menyesatkan hamba-hamba Tuhan (ayat 20); mengacu kepada kisah Izabel istri Ahab, raja Israel; yang telah membawa pengaruh agama asing di dalam Kerajaan Israel, yaitu penyembahan kepada Baal dan Asera.
