Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 4 Juni 2026, Imamat 25:1-7 Menjadi Sahabat Alam Sejahtera Hidupmu

Pembacaan Alkitab : Imamat 25: 1-7
TEMA : MENJADI SAHABAT ALAM, SEJAHTERA HIDUPMU
"Tetapi, pada tahun ketujuh harus ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu jangan kautaburi dan kebun anggurmu jangan kaurantingi" (ay. 4)
Disana saya sering diajak ke ladang, baik saat menanam maupun memanen padi. Hal yang menarik perhatian saya adalah pola "ladang berpindah".
Setelah beberapa waktu mengolah satu lahan, masyarakat membuka lahan baru agar tanah yang lama dapat "beristirahat" dan memulihkan kesuburannya.
Pola serupa juga saya jumpai ketika melayani di Kalimantan Barat, dan tampaknya menjadi praktik yang umum di kalangan masyarakat Dayak.
Pola memberi waktu bagi tanah "beristirahat" dijumpai pula dalam masyarakat Yahudi kuno. Mari simak bersama! Perikop pagi ini memperlihatkan aturan Tahun Sabat bagi tanah.
Setelah 6 tahun lahan ditanami, di tahun ke 7, aktivitas pengolahan dihentikan. Tujuannya memberi kesempatan tanah "beristirahat".
