Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 10 Juni 2026,  Yokobus 4:1-3  Menang Atas Hawa Nafsu

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Yakobus 4:1-3
Tema: MENANG ATAS HAWA NAFSU

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, firman Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk merenungkan sebuah pertanyaan yang sangat mendalam dari Yakobus: “Dari manakah datangnya perkelahian dan pertengkaran di antara kamu?”

Pertanyaan ini bukan sekadar pertanyaan biasa, melainkan sebuah ajakan untuk melihat ke dalam diri kita sendiri.

Advertisement

Seringkali ketika terjadi pertengkaran, kita cenderung menyalahkan orang lain. Kita merasa bahwa orang lainlah penyebab masalah.

Namun firman Tuhan dengan tegas mengatakan bahwa sumber dari pertengkaran itu berasal dari dalam diri kita sendiri, yaitu dari hawa nafsu yang saling berjuang di dalam tubuh kita.

Hawa nafsu adalah keinginan yang kuat yang mendorong kita untuk memuaskan diri sendiri. Setiap orang memiliki hawa nafsu. Ini adalah bagian dari natur manusia. Namun masalahnya bukan pada keberadaan hawa nafsu itu sendiri, melainkan pada bagaimana kita mengelolanya. Ketika hawa nafsu tidak dikendalikan, ia akan menguasai kita dan membawa kita kepada dosa.

Advertisement

Yakobus menjelaskan bahwa hawa nafsu dapat menimbulkan iri hati. Ketika kita menginginkan sesuatu yang tidak kita miliki, kita mulai membandingkan diri dengan orang lain. Dari situ muncul rasa tidak puas, lalu iri hati, dan akhirnya bisa berkembang menjadi kebencian.

Lebih jauh lagi, Yakobus bahkan mengatakan bahwa hawa nafsu bisa membawa seseorang kepada tindakan yang sangat ekstrem, yaitu membunuh.

Mungkin tidak semua orang membunuh secara fisik, tetapi kebencian, dendam, dan kemarahan yang tidak terkendali juga adalah bentuk “membunuh” dalam hati.

Selain itu, hawa nafsu juga mempengaruhi kehidupan doa kita. Yakobus berkata bahwa kita tidak menerima apa-apa karena kita salah berdoa, yaitu kita meminta sesuatu hanya untuk memuaskan hawa nafsu kita. Ini menunjukkan bahwa bahkan dalam hubungan kita dengan Tuhan, hawa nafsu bisa mengambil alih jika kita tidak berhati-hati.

Advertisement
Editor : Alfianne Lumantow

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 Juni 2026,  2 Samuel 10:6-9  Strategi Hadapi Tantangan (MUSUH)

Mereka bahkan tidak segan-segan menyewa tentara dari berbagai daerah, seperti Aram-Bet Rehob, Aram Zoba, negeri Ma'akha, dan orang Tob.

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 14 Juni 2026,  Hagai 1:12-14  Semangat Dari Tuhan

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 14 Juni 2026,  Hagai 1:12-14  Semangat Dari Tuhan

“TUHAN lalu membangkitkan semangat Zerubabel… Yosua… serta semangat semua orang yang tersisa dari bangsa itu. Mereka lalu datang dan mengerjakan pembangunan Rumah TUHAN Semesta Alam, Allah mereka.”

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 11 Juni 2026, Yakobus 4:9-10  Rendahkan Dirimu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 11 Juni 2026, Yakobus 4:9-10  Rendahkan Dirimu

“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer