Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 17 Juni 2026, 2 Samuel 6:15-19 Muliakan Tuhan Dalam Hidup Kita

Pembacaan Alkitab: 2 Samuel 6:15-19
Tema: MULIAKAN TUHAN DALAM HIDUP KITA
“Tabut TUHAN dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di tengah-tengah kemah yang dibentangkan Daud untuk itu. Kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan di hadapan TUHAN” (ay. 17).
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, Di zaman sekarang ini, kita hidup dalam dunia yang penuh dengan pertanyaan tentang keberadaan Tuhan. Tidak sedikit orang yang mulai meragukan iman mereka.
Ada yang dengan tegas menyatakan diri sebagai ateis, menolak keberadaan Tuhan. Ada pula yang menjadi agnostik, ragu-ragu dan tidak yakin apakah Tuhan sungguh ada.
Pergumulan ini sering muncul karena realitas hidup yang tidak mudah: kejahatan, penderitaan, ketidakadilan, dan kerusakan yang terus terjadi di dunia.
Pertanyaan klasik pun muncul: Jika Tuhan itu ada, mengapa semua ini terjadi? Sebagai orang percaya kepada Kristus, kita tidak bisa hanya diam.
Kita dipanggil untuk menjawab bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kehidupan kita. Kita dipanggil untuk menunjukkan bahwa Tuhan itu nyata—bukan hanya dalam teori, tetapi dalam pengalaman hidup sehari-hari.
Dan salah satu cara paling nyata untuk menyatakan keberadaan Tuhan adalah dengan memuliakan Dia melalui hidup kita.
Saudara-saudari, Dalam bacaan kita hari ini, kita melihat bagaimana Raja Daud menunjukkan sikap hatinya kepada Tuhan. Ketika Tabut Tuhan—yang melambangkan kehadiran Allah—dibawa masuk ke kota Yerusalem, suasana penuh dengan sukacita.
Ada sorak-sorai, ada bunyi sangkakala, ada perayaan besar. Namun yang paling menonjol adalah sikap Daud sendiri.
