Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin. 22 Juni 2026,  Filipi 2:17-18  Langkah Kecil Dampak Besar

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Filipi 2:17-18
Tema: LANGKAH KECIL, DAMPAK BESAR

“Tetapi, sekalipun darahku dicurahkan pada kurban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.” (ayat 17)

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, Sering kali kita berpikir bahwa sesuatu yang besar harus dimulai dengan tindakan yang besar pula. Kita cenderung menganggap bahwa pelayanan yang berarti adalah pelayanan yang terlihat, yang diapresiasi, dan yang mendapat pengakuan banyak orang.

Advertisement

Namun firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat sesuatu yang berbeda: bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan setia dan penuh sukacita dapat membawa dampak yang sangat besar.

Kisah sederhana tentang seorang koster gereja mengingatkan kita akan hal itu. Ia tidak tampil di depan mimbar, tidak berkhotbah, tidak mendapat sorotan, tetapi tanpa kehadirannya, ibadah tidak akan berjalan dengan baik.

Ia membersihkan, menata, dan mempersiapkan segala sesuatu dengan setia. Bagi sebagian orang, itu hanyalah tugas biasa. Namun bagi dia, itu adalah pelayanan. Itu adalah ungkapan kasih kepada Tuhan dan jemaat. Dan dari situ, banyak orang merasakan berkat.

Advertisement

Saudara-saudari, Apa yang dilakukan oleh koster itu mencerminkan apa yang dituliskan oleh Rasul Paulus dalam Filipi 2:17-18. Paulus berkata bahwa sekalipun hidupnya dicurahkan sebagai persembahan, ia tetap bersukacita. Ini adalah ungkapan yang sangat kuat.

Paulus tidak hanya berbicara tentang pelayanan ringan, tetapi tentang pengorbanan total. Hidupnya dipersembahkan bagi Tuhan dan jemaat.

Namun yang menarik adalah sikap hatinya. Paulus tidak mengeluh. Ia tidak merasa rugi. Ia justru bersukacita. Bahkan ia mengajak jemaat untuk turut bersukacita bersama dia.

 Inilah inti dari pelayanan sejati: bukan soal besar atau kecilnya pekerjaan, tetapi soal sikap hati dalam melakukannya.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

"Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, dan memandangi saja kelaliman?"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer