Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Selasa, 23 Juni 2026,  Filipi 2:19-24  Menjadi Timotius Masa Kini

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Filipi 2:19-24
Tema: MENJADI TIMOTIUS MASA KINI

“Sebab, tidak ada seorang pun padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu,” (ayat 20)

Saudara-saudari pemuda yang dikasihi Tuhan, Kita hidup di era konektivitas. Hari ini, hampir semua orang memiliki akses untuk terhubung dengan banyak orang melalui teknologi. Di dalam gawai kita, mungkin tersimpan ratusan bahkan ribuan kontak.

Advertisement

Di media sosial, kita memiliki banyak followers, friends, dan koneksi. Setiap hari kita berinteraksi melalui chat, komentar, atau pesan singkat.

Namun pertanyaannya adalah: apakah semua koneksi itu benar-benar relasi yang bermakna? Sering kali, kita hanya “terhubung” secara digital, tetapi tidak sungguh-sungguh terikat secara hati. Kita tahu banyak orang, tetapi tidak benar-benar mengenal mereka.

Kita berkomunikasi, tetapi tidak saling peduli. Kita hadir secara online, tetapi tidak hadir secara nyata.

Advertisement

Di tengah realitas ini, firman Tuhan dari Filipi 2:19-24 memberikan kita gambaran tentang relasi yang sejati melalui sosok Timotius.

Rasul Paulus, dari dalam penjara, menunjukkan kasihnya kepada jemaat Filipi. Ia tidak hanya menulis surat, tetapi juga berencana mengutus orang-orang terbaiknya—Timotius dan Epafroditus. Ini bukan keputusan yang ringan. Timotius adalah rekan pelayanan yang sangat dekat dengan Paulus. Namun Paulus rela mengutusnya demi kepentingan jemaat.

Mengapa Paulus begitu mempercayai Timotius? Paulus berkata bahwa tidak ada seorang pun seperti Timotius yang sehati dan sepikir dengannya, serta sungguh-sungguh memperhatikan kepentingan jemaat. Ini adalah pujian yang luar biasa.

Timotius bukan sekadar rekan kerja. Ia adalah pribadi yang tulus. Ia tidak mencari kepentingannya sendiri. Ia tidak melayani demi keuntungan pribadi. Ia memiliki hati yang sama dengan Paulus—hati yang peduli, hati yang mengasihi, hati yang berpusat pada Kristus.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer