Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 23 Juni 2026,  Filipi 2:25-30  Rela Dan Bersedia

A
Penulis: Alfianne Lumantow❯
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Filipi 2:25-30
Tema: RELA DAN BERSEDIA

“...saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.” (ayat 25)

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, Dalam kehidupan ini, kita sering mendengar kata “rela” dan “bersedia.” Namun, tidak semua orang sungguh-sungguh menghidupi kedua sikap ini.

Advertisement

Banyak orang mau melakukan sesuatu jika menguntungkan dirinya, jika mendapat pujian, atau jika tidak terlalu sulit. Tetapi ketika pelayanan menuntut pengorbanan, tenaga, waktu, bahkan risiko, tidak semua orang tetap bertahan.

Firman Tuhan hari ini memperkenalkan kepada kita seorang tokoh yang mungkin tidak sepopuler Paulus, tetapi memiliki hati yang luar biasa: Epafroditus. Paulus menyebut dia sebagai saudara, teman sekerja, dan teman seperjuangan. Tiga sebutan ini bukanlah hal yang sederhana. Ini menunjukkan kedekatan, kepercayaan, dan penghargaan yang sangat dalam.

Epafroditus bukan hanya seorang pelayan biasa. Ia adalah seseorang yang rela diutus oleh jemaat Filipi untuk membantu Paulus yang sedang dipenjarakan. Ia meninggalkan kenyamanannya, mengambil risiko perjalanan, dan bahkan hampir kehilangan nyawanya demi pekerjaan Kristus.

Advertisement

Saudara-saudari, Apa yang membuat Epafroditus begitu istimewa? Bukan karena jabatannya, bukan karena popularitasnya, tetapi karena hatinya yang rela dan bersedia. Ia tidak melayani dengan setengah hati. Ia tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi memberikan dirinya sepenuhnya.

Inilah yang menjadi pelajaran penting bagi kita hari ini: pelayanan yang sejati bukan soal seberapa besar yang kita lakukan, tetapi seberapa tulus kita melakukannya.

Sering kali kita jatuh dalam pola pikir yang salah tentang pelayanan. Kita berpikir bahwa pelayanan harus terlihat, harus diakui, harus dihargai. Kita ingin orang lain tahu apa yang kita lakukan. Kita ingin pengorbanan kita diperhatikan.

Namun firman Tuhan mengajarkan hal yang berbeda. Pelayanan yang sejati justru sering kali tersembunyi. Tidak selalu dilihat orang, tidak selalu dipuji, tetapi sangat berarti di hadapan Tuhan.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 2 November 2026,  Habakuk 1:15-17  Evaluasi Diri Dominasi Ke

"Itukah sebabnya ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa- bangsa tanpa belas kasihan?"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 1 November 2026,  Habakuk 1:3-4  Evaluasi Diri Ubah Keluhan

"Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, dan memandangi saja kelaliman?"

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer