Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 24 Juni 2026, Filipi 3:20-21  Minset Warga Kerajaan Allah

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Filipi 3:20-21
Tema: “MINDSET WARGA KERAJAAN ALLAH”

“...sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia...” (ay. 21)

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Kita belajar dari seorang pelari maraton dunia, Eliud Kipchoge. Ia bukan hanya terkenal karena kecepatannya, tetapi karena cara berpikirnya. Ia berkata, “no human is limited”—tidak ada manusia yang terbatas.

Advertisement

Pernyataan ini bukan sekadar motivasi, tetapi lahir dari pengalaman panjang disiplin, latihan keras, dan fokus pada tujuan.

Untuk bisa menembus batas lari maraton di bawah dua jam, Kipchoge tidak hanya melatih tubuhnya, tetapi juga melatih pikirannya. Ia menguasai rasa lelah, mengalahkan keraguan, dan terus menatap garis akhir. Baginya, kemenangan dimulai dari mindset—cara berpikir yang benar.

Saudara-saudari, Apa yang dilakukan Kipchoge sebenarnya memberi gambaran sederhana tentang kehidupan rohani kita. Rasul Paulus dalam Filipi 3:20-21 mengingatkan bahwa kita ini adalah warga Kerajaan Surga. Artinya, kita tidak lagi hidup dengan pola pikir duniawi, tetapi dengan mindset surgawi.

Advertisement

Pertanyaannya: apakah kita sudah hidup sebagai warga Kerajaan Allah, atau masih berpikir seperti warga dunia?

1. Mindset menentukan arah hidup

Dalam kehidupan ini, arah seseorang ditentukan oleh cara berpikirnya. Jika seseorang berpikir hanya tentang dunia, maka hidupnya akan dipenuhi oleh ambisi duniawi: harta, jabatan, popularitas, dan kenyamanan.

Namun Paulus berkata dengan tegas: “kewargaan kita adalah di dalam sorga.” Ini berarti orientasi hidup kita bukan lagi pada hal-hal sementara, tetapi pada kekekalan.

Banyak orang percaya jatuh dalam kelelahan rohani karena mereka memiliki tujuan yang salah. Mereka ingin mengikut Tuhan, tetapi tetap mengejar standar dunia. Akibatnya, hidup menjadi seperti pelari yang tidak tahu arah—berlari, tetapi tidak pernah sampai.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer