Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 26 Juni 2026,  Filipi 4:10-12  Mencukupkan Diri Dalam Segala Keadaan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Filipi 4:10-12
Tema: MENCUKUPKAN DIRI DALAM SEGALA KEADAAN

“...sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”

Saudara-saudara muda yang dikasihi Tuhan, kita hidup di zaman yang serba cepat, serba instan, dan serba “lebih.” Lebih keren, lebih terkenal, lebih kaya, lebih diakui. Dunia terus mendorong kita untuk merasa bahwa apa yang kita miliki saat ini tidak pernah cukup.

Advertisement

Kita sering melihat kehidupan orang lain di media sosial: liburan mewah, gadget terbaru, gaya hidup yang tampak sempurna. Tanpa sadar, hati kita mulai membandingkan. Kita mulai merasa kurang. Kurang berhasil, kurang menarik, kurang bahagia. Dari situlah muncul dorongan untuk mencari sesuatu yang bisa membuat kita merasa “lebih.”

Namun, di balik pencarian itu, sering kali kita justru terjebak. Dunia menawarkan banyak jalan pintas untuk mendapatkan kesenangan—narkoba, alkohol, pornografi, game berlebihan, judi online, dan berbagai bentuk kecanduan lainnya. Semua itu tampak memberi kenikmatan sesaat, tetapi sebenarnya mengikat dan menghancurkan.

Tidak heran jika setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional. Ini menjadi pengingat bahwa banyak anak muda sedang berjuang melawan berbagai bentuk kecanduan. Dan sering kali, akar dari semua itu adalah satu hal: ketidakpuasan dalam hati.

Advertisement

Hati yang kosong. Hati yang tidak merasa cukup. Di tengah realitas seperti ini, firman Tuhan hari ini memberikan kita perspektif yang sangat berbeda. Rasul Paulus berkata, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”

Menariknya, Paulus tidak mengatakan bahwa ia langsung bisa merasa cukup. Ia berkata, “aku telah belajar.” Artinya, mencukupkan diri adalah sebuah proses. Sebuah perjalanan. Sesuatu yang harus dilatih.

Dan yang lebih luar biasa lagi, Paulus mengatakan ini dari dalam penjara. Bayangkan situasinya. Paulus tidak sedang hidup nyaman. Ia tidak memiliki kebebasan. Ia tidak memiliki fasilitas. Ia tidak tahu pasti bagaimana masa depannya.

Bahkan, ia dipenjara bukan karena kesalahannya, tetapi karena imannya kepada Kristus. Namun justru di tempat seperti itulah, ia berkata: aku belajar mencukupkan diri.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer