Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Senin, 29 Juni 2026, Bilangan 27:12-17 Siapa Yang Memimpin Hidupmu

Pembacaan Alkitab : Bilangan 27:12-17
TEMA: SIAPA YANG MEMIMPIN HIDUPMU?
“...supaya umat TUHAN jangan seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” (Bilangan 27:17)
Sobat muda yang dikasihi Tuhan, Setiap orang pasti sedang berjalan dalam hidup ini. Kita semua punya aktivitas, rencana, mimpi, dan tujuan. Namun ada satu pertanyaan penting yang sering kita lupakan: siapa yang sebenarnya memimpin hidup kita?
Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi jawabannya menentukan arah hidup kita. Karena hidup bukan hanya soal berjalan, tetapi soal ke mana kita berjalan dan siapa yang menuntun langkah kita.
Dalam Bilangan 27:12-17, kita melihat sebuah momen yang sangat menyentuh dalam kehidupan Musa. Setelah memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, melewati padang gurun, menghadapi berbagai pemberontakan dan tantangan, akhirnya Tuhan memberitahukan bahwa Musa tidak akan masuk ke Tanah Perjanjian.
Bayangkan perasaan Musa. Ia telah memberikan hidupnya untuk memimpin umat Tuhan, tetapi ia sendiri tidak akan menikmati hasil akhir perjalanan itu. Namun yang luar biasa, Musa tidak fokus pada kekecewaannya. Ia tidak mengeluh, tidak marah, dan tidak menyalahkan Tuhan.
Sebaliknya, Musa justru memikirkan umat yang dipimpinnya. Ia berdoa kepada Tuhan agar Tuhan mengangkat seorang pemimpin baru. Musa berkata, “supaya umat TUHAN jangan seperti domba yang tidak mempunyai gembala.”
Musa tahu betapa pentingnya seorang pemimpin. Ia tahu bahwa tanpa pemimpin, bangsa Israel akan kehilangan arah, mudah tersesat, dan akhirnya binasa.
Sobat muda, Gambaran “domba tanpa gembala” ini sangat relevan dengan kehidupan kita hari ini. Banyak anak muda hidup tanpa arah yang jelas. Mereka berjalan mengikuti arus dunia. Apa yang sedang tren, itu yang diikuti. Apa yang viral, itu yang dikejar. Apa yang disukai banyak orang, itu yang dijadikan tujuan.
Media sosial sering menjadi “pemimpin” yang tidak disadari. Standar hidup ditentukan oleh likes, views, dan komentar orang lain. Tanpa sadar, banyak pemuda kehilangan jati diri dan arah hidup karena mengikuti suara yang salah.
