Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Senin, 6 Juli 2026, Amsal 11:24 Stop Menimbun Mulai Berbagi

Pembacaan Alkitab: Amsal 11:24
Tema: STOP MENIMBUN, MULAILAH BERBAGI
"Ada yang gemar memberi, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara berlebihan, namun selalu berkekurangan." (Amsal 11:24)
Shalom, Sobat Muda yang dikasihi Tuhan. Di era digital seperti sekarang, hampir semua informasi berada dalam genggaman tangan. Setiap hari kita menerima ratusan pesan, video, artikel, foto, tautan, dan berbagai konten melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Tanpa disadari, banyak dari kita memiliki kebiasaan menyimpan semuanya.
Kita mengambil tangkapan layar, menyimpan video untuk ditonton nanti, memberi bookmark pada artikel, membuka banyak tab di browser, menyimpan ribuan foto, bahkan mengoleksi file yang mungkin tidak pernah dibuka lagi.
Fenomena ini dikenal dengan istilah digital hoarding, yaitu kebiasaan menimbun berbagai data digital karena takut kehilangan informasi atau merasa suatu saat nanti semuanya akan berguna. Banyak anak muda mengalami hal ini.
Mereka merasa harus mengetahui semua tren, menyimpan semua informasi, dan mengikuti semua perkembangan agar tidak ketinggalan zaman atau mengalami fear of missing out (FOMO).
Akibatnya, gawai menjadi penuh, penyimpanan hampir habis, pikiran dipenuhi berbagai informasi, tetapi sedikit sekali yang benar-benar dipelajari atau dipraktikkan. Kita terus mengumpulkan, tetapi jarang mengolah. Kita sibuk menyimpan, tetapi lupa berbagi.
Lebih dari itu, digital hoarding juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Terlalu banyak informasi membuat pikiran mudah lelah. Kita menjadi sulit fokus karena perhatian terbagi ke banyak hal.
Waktu habis hanya untuk menggulir layar tanpa tujuan yang jelas. Kreativitas menurun karena kita lebih banyak mengonsumsi daripada menghasilkan sesuatu. Bahkan relasi dengan keluarga dan teman menjadi terganggu karena perhatian kita terus tertuju pada layar gawai.
Firman Tuhan hari ini memberikan prinsip yang sangat menarik. Penulis Amsal berkata, "Ada yang gemar memberi, tetapi bertambah kaya." Kalimat ini terdengar bertentangan dengan logika manusia. Bukankah kalau kita memberi, milik kita akan berkurang? Bukankah kalau kita menyimpan sebanyak mungkin, kita akan semakin kaya?
Namun hikmat Allah berbeda dengan cara berpikir manusia. Dalam Kerajaan Allah, kelimpahan bukan lahir dari menimbun, melainkan dari memberi. Orang yang murah hati justru mengalami berkat. Sebaliknya, orang yang terus menyimpan demi dirinya sendiri akhirnya merasa selalu kurang.
