Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 6 Juli 2026, Amsal 11:24 Memberi Dan Diperkaya

Pembacaan Alkitab: Amsal 11:24
Tema: MEMBERI DAN DIPERKAYA
"Ada yang gemar memberi, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara berlebihan, namun selalu kekurangan." (Amsal 11:24)
Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan, Firman Tuhan pada hari ini mengajak kita merenungkan sebuah kebenaran yang sering kali bertentangan dengan cara berpikir dunia. Kitab Amsal berkata, "Ada yang gemar memberi, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara berlebihan, namun selalu kekurangan."
Sekilas, ayat ini terdengar paradoks. Bukankah orang yang memberi seharusnya menjadi berkurang? Bukankah orang yang menyimpan akan memiliki lebih banyak? Namun hikmat Allah justru mengajarkan sesuatu yang berbeda. Di dalam Kerajaan Allah, memberi bukanlah jalan menuju kekurangan, melainkan jalan menuju kelimpahan yang sejati.
Ada sebuah kisah yang sering diceritakan tentang Bunda Teresa. Ketika beliau ditanya bagaimana ia dapat terus melayani dan memberi kepada begitu banyak orang miskin tanpa merasa kekurangan, ia menjawab dengan sederhana, "Ketika saya memberi, saya tidak kehilangan apa pun. Saya justru menerima sukacita yang lebih besar."
Jawaban itu mengingatkan kita bahwa nilai memberi tidak hanya diukur dari apa yang keluar dari tangan kita, tetapi juga dari apa yang Tuhan kerjakan di dalam hati kita.
Dunia mengajarkan bahwa semakin banyak kita memiliki, semakin aman hidup kita. Karena itu banyak orang berlomba-lomba mengumpulkan harta, mengejar keuntungan, dan menyimpan sebanyak mungkin demi masa depan.
Sikap berhati-hati tentu bukan sesuatu yang salah. Alkitab juga mengajarkan tentang hikmat dalam mengelola berkat Tuhan. Namun firman hari ini mengingatkan bahwa ketika keinginan memiliki berubah menjadi ketamakan, dan rasa aman bergantung sepenuhnya pada harta, maka kita mulai kehilangan makna hidup yang sesungguhnya.
Amsal 11:24 tidak sedang mengajarkan bahwa setiap orang yang memberi pasti menjadi kaya secara materi. Firman ini berbicara tentang prinsip kehidupan yang Allah tetapkan: hati yang murah memberi akan mengalami kelimpahan pemeliharaan Tuhan, sedangkan hati yang terus menahan dan menimbun sering kali hidup dalam rasa takut, tidak pernah merasa cukup, dan akhirnya mengalami kemiskinan rohani.
