Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 9 Juli 2026,  Amsal 28:5  Mencari Tuhan Dengan Sungguh

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Amsal 28:5
Tema: MENCARI TUHAN DENGAN SUNGGUH

"Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu." (Amsal 28:5)

Shalom, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Seorang bapa gereja yang terkenal, Augustinus dari Hippo, pernah berkata, "Engkau telah menciptakan kami bagi-Mu, ya Tuhan, dan hati kami gelisah sampai ia beristirahat di dalam Engkau." Kalimat ini lahir dari pengalaman hidupnya sendiri.

Advertisement

Sebelum mengenal Tuhan dengan sungguh-sungguh, Augustinus mencari kebahagiaan melalui berbagai hal: pengetahuan, kenikmatan hidup, dan pengakuan manusia. Namun semua itu tidak mampu memberikan damai yang sejati. Ia baru menemukan ketenangan ketika hidupnya dipulihkan dan diarahkan kepada Tuhan.

Pengalaman Augustinus juga menjadi pengalaman banyak orang pada masa kini. Dunia menawarkan begitu banyak hal yang dianggap dapat memberikan kebahagiaan. Ada yang mengejar kekayaan, jabatan, popularitas, kenyamanan, atau kesenangan.

Tidak sedikit pula yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memperoleh kehidupan yang dianggap lebih baik. Semua itu memang penting dalam batas tertentu, tetapi sering kali setelah semuanya diraih, hati tetap merasa kosong. Ada kegelisahan yang tidak dapat diisi oleh harta, prestasi, maupun pujian manusia.

Advertisement

Mengapa demikian? Karena manusia diciptakan untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah. Selama relasi dengan Sang Pencipta tidak dipulihkan, selalu ada ruang kosong di dalam hati manusia. Kebutuhan terdalam manusia bukan sekadar keberhasilan, melainkan kehadiran Tuhan dalam hidupnya.

Firman Tuhan dalam Amsal 28:5 berkata, "Orang yang jahat tidak mengerti keadilan, tetapi orang yang mencari TUHAN mengerti segala sesuatu."

Ayat ini memperlihatkan dua jalan hidup yang sangat berbeda. Yang pertama adalah jalan orang yang jahat. Yang kedua adalah jalan orang yang mencari Tuhan.

Ketika kitab Amsal berbicara tentang orang jahat, yang dimaksud bukan hanya orang yang melakukan kejahatan besar atau pelanggaran hukum. Orang jahat adalah mereka yang memilih hidup tanpa mengindahkan kehendak Allah.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer