Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 15 Juli 2026, 1 Petrus 2:18-23  Mengikuti JejakNya

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 2:18-23

TEMA : MENGIKUTI JEJAK-NYA

“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:21)

Advertisement

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Ada sebuah puisi terkenal berjudul “Jejak Kaki di Pasir” yang ditulis oleh Margareth Fishback Powers. Puisi ini menggambarkan perjalanan hidup seseorang bersama Tuhan.

Dalam puisi tersebut diceritakan seseorang sedang melihat kembali perjalanan hidupnya bersama Tuhan. Ia melihat dua pasang jejak kaki di sepanjang pantai: satu pasang adalah jejak kakinya sendiri dan satu pasang lagi adalah jejak kaki Tuhan yang selalu menyertainya.

Namun ketika ia melihat masa-masa paling sulit dalam hidupnya, ia menemukan hanya ada satu pasang jejak kaki. Ia bertanya kepada Tuhan, mengapa ketika ia paling membutuhkan Tuhan, justru hanya ada satu jejak kaki. Apakah Tuhan meninggalkannya?

Advertisement

Lalu Tuhan menjawab bahwa Ia tidak pernah meninggalkan anak-Nya. Saat hanya ada satu pasang jejak kaki, bukan karena Tuhan pergi, tetapi karena pada saat itulah Tuhan sedang menggendongnya.

Saudara yang dikasihi Tuhan, Puisi ini menggambarkan sebuah kenyataan yang sering kita alami dalam kehidupan. Perjalanan iman tidak selalu berjalan di jalan yang mudah. Ada masa sukacita, tetapi ada juga masa air mata. Ada masa keberhasilan, tetapi ada juga masa pergumulan dan penderitaan.

Sebagai orang percaya, terkadang kita bertanya: “Mengapa Tuhan mengizinkan hal sulit terjadi dalam hidup saya?” “Mengapa saya harus mengalami penderitaan, padahal saya sudah berusaha hidup benar?”

Pertanyaan seperti itu juga mungkin dirasakan oleh jemaat yang menerima surat Petrus. Mereka adalah orang-orang percaya yang hidup di Asia Kecil dan mengalami berbagai tekanan. Mereka menghadapi ketidakadilan, penderitaan, bahkan perlakuan yang tidak manusiawi karena iman mereka kepada Kristus.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer