Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 17 Juli 2026,  1 Petrus 3:18-22  Ia Pergi Memberitakan Injil

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 3:18-22

TEMA : IA PERGI MEMBERITAKAN INJIL

“Dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.”
(1 Petrus 3:19)

Advertisement

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Firman Tuhan hari ini berbicara tentang karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus dan panggilan bagi setiap orang percaya untuk memberitakan Injil. Tema yang kita renungkan adalah “Ia Pergi Memberitakan Injil.”

Injil berarti kabar baik. Kabar baik tentang kasih Allah yang begitu besar kepada manusia melalui karya Yesus Kristus. Injil menyatakan bahwa Allah tidak membiarkan manusia hidup dalam dosa dan keterpisahan dari-Nya, tetapi Allah datang mencari dan menyelamatkan manusia.

Keselamatan bukanlah hasil usaha manusia semata-mata. Manusia dengan kekuatannya sendiri tidak mampu menyelamatkan dirinya dari dosa. Keselamatan adalah anugerah Allah, pemberian cuma-cuma yang diberikan karena kasih-Nya. Melalui Yesus Kristus, Allah membuka jalan pendamaian antara manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus.

Advertisement

Rasul Petrus dalam suratnya mengingatkan jemaat bahwa Kristus telah menderita satu kali untuk segala dosa manusia. Ia yang benar telah menderita bagi orang-orang yang tidak benar, supaya manusia dapat dibawa kembali kepada Allah. Inilah inti dari Injil: Allah mengambil langkah pertama untuk menyelamatkan manusia.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam ayat 19, Petrus menuliskan bahwa dalam Roh itu juga Yesus pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang berada dalam penjara. Bagian ini memang merupakan salah satu bagian yang sulit dipahami dalam surat Petrus. Namun, pesan utamanya menunjukkan bahwa karya Kristus memiliki kuasa yang melampaui segala batas. Tidak ada tempat, keadaan, atau kuasa apa pun yang dapat menghalangi pekerjaan keselamatan Allah.

Petrus kemudian menghubungkan hal ini dengan kisah Nuh. Pada zaman Nuh, manusia hidup dalam ketidaktaatan dan kejahatan. Mereka menolak peringatan Allah dan hidup menurut kehendak mereka sendiri. Nuh, sebagai orang yang taat kepada Tuhan, mempersiapkan bahtera sesuai dengan perintah Allah, tetapi banyak orang tidak percaya dan tidak mau bertobat.

Kisah Nuh mengingatkan kita bahwa ketidaktaatan kepada Allah membawa manusia semakin jauh dari kehidupan yang benar. Ketika manusia menolak kehendak Tuhan dan memilih jalan dosa, akibatnya adalah kerusakan dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer