Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 19 Juli 2026, Kejadian 39:1-6  Hidup Yang Berhasil Hidup Yang Disertai Tuhan

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Kejadian 39:1-6

TEMA : HIDUP YANG BERHASIL HIDUP YANG DISERTAI TUHAN

“Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” (Kejadian 39:2)

Advertisement

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Setiap manusia tentu memiliki harapan untuk mengalami keberhasilan dalam hidupnya. Tidak ada seorang pun yang ingin hidup tanpa tujuan atau mengalami kegagalan terus-menerus.

Kita ingin pekerjaan kita berhasil, usaha kita berkembang, pelayanan kita menghasilkan buah, keluarga kita hidup dalam sukacita, dan anak-anak kita memiliki masa depan yang baik.

Orang tua berharap anak-anaknya berhasil dalam pendidikan dan pekerjaan. Jemaat berharap pelayanan dan persekutuan dapat bertumbuh serta menjadi berkat bagi banyak orang. Setiap orang yang bekerja dan berusaha tentu menginginkan hasil yang baik dari apa yang dikerjakannya.

Advertisement

Keinginan untuk berhasil bukanlah sesuatu yang salah. Tuhan memberikan kemampuan, talenta, dan kesempatan kepada manusia agar dapat berkarya dan mengembangkan kehidupan. Namun, sebagai orang percaya kita perlu memahami satu hal penting: keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari hasil yang kita capai, tetapi dari bagaimana kita menjalani hidup bersama Tuhan.

Jangan sampai keberhasilan menjadi satu-satunya tujuan hidup sehingga kita mengabaikan Tuhan, mengorbankan nilai kebenaran, atau kehilangan karakter yang baik. Sebab seseorang dapat mencapai kesuksesan menurut ukuran dunia, tetapi kehilangan hal yang paling penting, yaitu hubungan yang benar dengan Allah.

Hari ini kita belajar dari kehidupan Yusuf. Kisah Yusuf menunjukkan bahwa keberhasilan yang sejati berasal dari penyertaan Tuhan dalam kehidupan seseorang.

Saudara-saudari, Yusuf mengalami perjalanan hidup yang tidak mudah. Ia pernah menjadi anak yang dikasihi ayahnya, tetapi kemudian dijual oleh saudara-saudaranya karena rasa iri dan kebencian. Yusuf dibawa ke Mesir sebagai seorang budak dan dijual kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer