Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Selasa, 21 Juli 2026,  Kejadian 41:37-41  From Zero To Hero

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

PEMBACAAN ALKITAB: Kejadian 41:37–41

TEMA: FROM ZERO TO HERO

"Apa yang dunia buang sebagai 'sampah', sering kali Tuhan pakai untuk dijadikan 'permata'."

Advertisement

Ayat utama: "Kata Firaun kepada Yusuf: 'Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidak ada seorang pun yang begitu berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah yang menjadi pemegang kuasa atas istanaku...'" (Kejadian 41:39–40)

Shalom, sobat muda yang dikasihi Tuhan. Di zaman sekarang, banyak anak muda ingin sukses dengan cepat. Kita melihat media sosial dipenuhi kisah orang-orang yang mendadak terkenal, viral, memiliki karier yang cemerlang, atau menjadi pengusaha sukses di usia muda. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan hidup kita dengan mereka.

Akibatnya, ketika melihat diri sendiri yang masih berjuang, masih kuliah, masih mencari pekerjaan, masih bergumul dengan keluarga, atau bahkan sedang mengalami kegagalan, kita merasa hidup kita tertinggal.

Advertisement

Mungkin ada di antara kita yang berkata dalam hati, "Aku bukan siapa-siapa." Ada yang merasa tidak berbakat, tidak punya relasi, berasal dari keluarga sederhana, pernah gagal, bahkan pernah dianggap remeh oleh orang lain. Dunia sering menilai seseorang berdasarkan penampilan, prestasi, kekayaan, atau popularitas. Jika tidak memiliki semua itu, dunia menganggap kita tidak berharga.

Namun firman Tuhan hari ini mengajarkan sebuah kebenaran yang luar biasa: apa yang dunia buang sebagai sampah, sering kali Tuhan pakai menjadi permata. Tuhan sanggup mengubah kehidupan seseorang dari zero to hero.

Secara harfiah, from zero to hero berarti dari bukan siapa-siapa menjadi seorang pahlawan atau pribadi yang berpengaruh. Ungkapan ini menggambarkan perubahan besar dalam hidup seseorang: dari tidak dikenal menjadi dikenal, dari gagal menjadi berhasil, dari tidak diperhitungkan menjadi dipercaya.

Kisah Yusuf adalah salah satu contoh terbaik tentang hal ini. Yusuf bukan langsung menjadi penguasa Mesir. Sebelum mencapai puncak, ia melewati perjalanan yang sangat menyakitkan. Ia dibenci oleh saudara-saudaranya sendiri, dijual sebagai budak, difitnah oleh istri Potifar, dipenjara tanpa kesalahan, bahkan dilupakan oleh orang yang pernah ia tolong.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer