Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 22 Juli 2026,  Kejadian 41:44-45  Promosi Ilahi

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Kejadian 41:44-45

Tema: PROMOSI ILAHI

"Jangan gunakan siku untuk naik, karena Tuhan lebih suka mengangkat mereka yang mau menekuk lutut."

Advertisement

"Lalu Firaun memberi Yusuf nama Zafnat-Pa'aneah, serta memberikan Asnat anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi istrinya." (Kejadian 41:45)

Shalom, Sobat Muda yang dikasihi Tuhan. Di zaman sekarang, hampir semua orang ingin mengalami kenaikan. Naik jabatan, naik penghasilan, naik popularitas, naik jumlah pengikut di media sosial, bahkan naik pengaruh di lingkungan pergaulan.

Keinginan untuk berkembang bukanlah sesuatu yang salah. Tuhan juga senang melihat anak-anak-Nya bertumbuh dan dipercayai perkara-perkara yang lebih besar.

Advertisement

Namun, masalahnya adalah banyak orang ingin naik dengan cara yang salah. Ada yang menjatuhkan teman, mencari muka kepada atasan, memanfaatkan koneksi, menyebarkan fitnah, atau mengambil kesempatan demi keuntungan pribadi.

Inilah yang sering disebut sebagai mentalitas aji mumpung—ketika seseorang menggunakan posisi, kekuasaan, atau kesempatan untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.

Pepatah berkata, "Tujuan tidak menghalalkan segala cara." Firman Tuhan juga mengajarkan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari seberapa tinggi posisi kita, tetapi bagaimana kita sampai ke sana dan bagaimana kita menggunakan posisi tersebut. Karena itu, hari ini kita belajar tentang Promosi Ilahi, yaitu promosi yang datang dari Tuhan.

Perjalanan Yusuf menuju puncak bukanlah perjalanan yang mudah. Ia bukan orang yang langsung menikmati kenyamanan. Justru hidupnya dipenuhi penderitaan. Ia dibenci oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, difitnah oleh istri Potifar, dipenjara tanpa kesalahan, bahkan dilupakan oleh juru minuman yang pernah ditolongnya.

Kalau dipikir secara manusia, Yusuf memiliki banyak alasan untuk kecewa kepada Tuhan. Ia bisa saja menyimpan kepahitan atau memilih jalan yang salah. Tetapi yang luar biasa adalah Yusuf tetap menjaga karakter dan imannya.

Di rumah Potifar ia setia. Di dalam penjara ia tetap bertanggung jawab. Di setiap musim kehidupannya, Yusuf tidak pernah berhenti melakukan yang terbaik. Sampai akhirnya tiba waktunya Tuhan bertindak.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 31 Juli 2026, 2 Yohanes 1:1-3  Hidup Dalam Kasih Dan Kebenaran

"Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18  Makna Kasih Bagi Orang Percaya

"Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita."

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Rabu, 29 Juli 2026,  1 Yohanes 2:28-3:3  Identitas Yang Menunjukkan Siapa Kita

Yohanes berkata bahwa kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer