Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 26 Juli 2026, 1 Yohanes 1:5-7  Hidup Dalam Terang

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: 1 Yohanes 1:5–7
Tema: Hidup dalam Terang

"Jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, kita mempunyai persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa." (1 Yohanes 1:7)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Setiap orang tentu lebih menyukai terang daripada gelap. Ketika listrik padam pada malam hari, suasana seketika berubah. Aktivitas menjadi terbatas, langkah terasa ragu-ragu, bahkan rasa takut sering muncul karena kita tidak dapat melihat dengan jelas apa yang ada di sekitar kita.

Advertisement

Namun begitu sebuah lilin dinyalakan, suasana berubah. Walaupun cahaya lilin tidak terlalu besar, kehadirannya cukup untuk mengusir kegelapan. Kita dapat melihat jalan, mengenali orang-orang di sekitar kita, dan kembali beraktivitas dengan tenang.

Pengalaman sederhana seperti ini mengingatkan kita akan sebuah kebenaran rohani yang sangat penting. Terang memiliki kuasa untuk mengusir gelap. Sekecil apa pun terang itu, kegelapan tidak dapat mengalahkannya.

Ada satu hal yang menarik ketika memperhatikan lilin yang menyala. Semua benda yang terkena sinarnya memiliki bayangan, tetapi api lilin itu sendiri tidak memiliki bayangan. Mengapa? Karena api adalah sumber cahaya. Cahaya tidak menghasilkan bayangan bagi dirinya sendiri.

Advertisement

Gambaran sederhana ini menolong kita memahami firman Tuhan hari ini. Allah adalah sumber terang yang sejati. Di dalam Dia tidak ada sedikit pun kegelapan. Segala sesuatu yang datang dari Allah adalah terang, kebenaran, kekudusan, kasih, dan kehidupan.

Surat 1 Yohanes ditulis pada saat jemaat menghadapi tantangan yang tidak ringan. Bukan hanya penganiayaan dari luar, tetapi juga muncul ajaran-ajaran yang menyesatkan dari dalam. Rasul Yohanes melihat adanya kelompok yang mulai mengaburkan siapa Yesus sebenarnya. Mereka dipengaruhi oleh pemikiran yang kemudian dikenal sebagai proto-gnostisisme dan doketisme.

Kelompok ini mengajarkan bahwa yang rohani itu baik, sedangkan tubuh jasmani dianggap tidak penting. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Yesus hanya tampak seperti manusia, tetapi sebenarnya bukan manusia seutuhnya. Akibat dari ajaran ini sangat berbahaya. Jika tubuh dianggap tidak penting, maka dosa yang dilakukan melalui tubuh pun dianggap tidak menjadi masalah. Orang dapat hidup sesuka hati sambil tetap merasa dirinya dekat dengan Allah.

Menghadapi situasi itu, Rasul Yohanes menyampaikan sebuah pernyataan yang sangat tegas, "Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan."

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer