Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:11-18 Kasih Adalah Bukti

PEMBACAAN ALKITAB: 1 Yohanes 3:11-18
TEMA: KASIH ADALAH BUKTI
"Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Siapa yang tidak mengasihi, ia tetap tinggal di dalam maut." (1 Yohanes 3:14)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam berbagai film, kita sering menemukan gambaran tentang zombie atau mayat hidup. Zombie digambarkan sebagai makhluk yang masih dapat bergerak, tetapi sebenarnya tidak memiliki kehidupan yang sesungguhnya. Mereka berjalan tanpa tujuan yang jelas, mengikuti dorongan naluri, dan hanya mencari sesuatu untuk memuaskan keinginan mereka.
Tentu kita memahami bahwa zombie hanyalah karakter fiksi. Namun, gambaran ini dapat menjadi sebuah refleksi rohani bagi kehidupan manusia. Sebab ternyata seseorang dapat memiliki kehidupan secara fisik, tetapi kehilangan makna kehidupan secara rohani.
Ada orang yang setiap hari bangun, bekerja, makan, tidur, dan mengulang rutinitas yang sama. Ia memiliki aktivitas, memiliki kesibukan, bahkan mungkin memiliki banyak pencapaian. Namun, jika seluruh hidupnya hanya berpusat pada diri sendiri tanpa kasih kepada Allah dan sesama, maka secara rohani ia kehilangan tanda kehidupan yang sejati.
Firman Tuhan hari ini berbicara tentang sebuah tanda yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya, yaitu kasih.
Rasul Yohanes berkata bahwa kita mengetahui bahwa kita telah berpindah dari maut kepada hidup karena kita mengasihi saudara kita. Perhatikan bahwa Yohanes tidak mengatakan bahwa kasih adalah penyebab seseorang memperoleh keselamatan. Kita tidak diselamatkan karena kita berhasil mengasihi dengan sempurna. Keselamatan adalah anugerah Allah melalui Yesus Kristus.
Namun, kasih adalah bukti bahwa seseorang telah menerima kehidupan baru dari Allah.
Seperti sebuah pohon yang sehat akan menghasilkan buah, demikian pula kehidupan yang telah diperbarui oleh Allah akan menghasilkan kasih. Buah tidak membuat sebuah pohon menjadi hidup, tetapi buah menunjukkan bahwa pohon itu memang hidup.
Demikian juga kasih dalam kehidupan orang percaya. Kasih bukanlah cara untuk membeli kasih Allah, melainkan respons karena kita telah terlebih dahulu menerima kasih Allah.
