Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 30 Juli 2026, 1 Yohanes 3:19-24 Hak Untuk Berdoa

PEMBACAAN ALKITAB: 1 Yohanes 3:19-24
TEMA: HAK UNTUK BERDOA
"Saudara-saudara yang terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, kita mempunyai keberanian untuk mendekati Allah."
(1 Yohanes 3:21)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam kehidupan sehari-hari, kita memahami bahwa akses kepada seseorang yang memiliki kedudukan tinggi biasanya tidak mudah. Semakin besar tanggung jawab dan jabatan seseorang, semakin banyak pula orang yang ingin bertemu dengannya. Sering kali diperlukan prosedur tertentu, izin khusus, atau orang yang menjadi penghubung agar seseorang dapat menyampaikan maksudnya.
Dalam perjalanan pelayanan, ada sebuah pengalaman menarik ketika penulis mendampingi proses pemilihan hingga pelantikan ketua Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW). Ketua terpilih saat itu merupakan warga jemaat GPIB Makedonia Dipasena Lampung.
Sejak kepemimpinan beliau, salah satu perubahan yang dirasakan masyarakat adalah keterbukaan akses. Siapa pun dapat datang, menyampaikan persoalan, dan bertemu langsung dengan pimpinan.
Seorang petambak pernah berkata, "Kami merasa lebih tenang dan nyaman, Pak Pendeta, karena sekarang lebih terbuka. Kami bisa meminta bantuan langsung kepada ketua."
Perubahan tersebut memberikan gambaran sederhana tentang arti sebuah akses. Ketika seseorang memiliki kesempatan untuk datang dan berbicara langsung kepada pemimpin, ada rasa aman dan kepercayaan yang muncul.
Firman Tuhan hari ini berbicara tentang sebuah akses yang jauh lebih besar, yaitu kesempatan manusia untuk datang mendekat kepada Allah. Melalui kasih dan anugerah-Nya, kita memiliki hak untuk berdoa.
Namun, menariknya, Yohanes memulai pembahasannya bukan dengan langsung berbicara tentang doa, tetapi tentang kondisi hati manusia. "Jikalau hati kita tidak menuduh kita, kita mempunyai keberanian untuk mendekati Allah."
Mengapa hati menjadi bagian yang penting? Dalam pemahaman Alkitab, hati (kardia) bukan hanya berbicara tentang perasaan atau emosi. Hati adalah pusat kehidupan manusia: tempat pikiran, kehendak, keputusan, dan kesadaran berada. Hati dapat menjadi tempat manusia mendengar suara kebenaran, tetapi hati juga dapat menjadi tempat munculnya tuduhan yang sangat berat.
