Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 31 Juli 2026, Menetap Dan Melakukan Kebenaran

PEMBACAAN ALKITAB: 2 Yohanes 1:1-3
TEMA: MENETAP DAN MELAKUKAN KEBENARAN
"Oleh karena kebenaran yang tinggal di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya."
(2 Yohanes 1:2)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam perjalanan pelayanan di Dipasena, ada sebuah pengalaman sederhana yang menarik. Penulis pernah diminta untuk mendoakan seseorang yang sedang sakit.
Ketika mendengar bahwa seorang pendeta akan datang berdoa, orang tersebut berkata sambil bercanda, "Doanya Pak Pendeta kan menembus langit."
Ungkapan tersebut mungkin terdengar lucu dan merupakan bentuk penghormatan kepada seorang pelayan Tuhan. Namun, jika dipahami lebih dalam, ada sebuah pemahaman yang perlu diluruskan.
Seolah-olah doa seseorang menjadi lebih kuat hanya karena ia memiliki jabatan tertentu dalam gereja. Seolah-olah Tuhan hanya mendengar doa orang-orang dengan gelar atau kedudukan tertentu.
Padahal, dalam kehidupan iman, kita percaya bahwa Tuhan tidak membatasi diri-Nya hanya melalui orang-orang tertentu. Setiap orang percaya memiliki akses kepada Allah melalui Yesus Kristus. Bahkan, doa seorang diaken, penatua, pelayan gereja, maupun jemaat biasa sama-sama dapat didengar oleh Tuhan ketika disampaikan dengan iman dan ketulusan hati.
Karena itu, penulis menjawab, "Doanya diaken dan penatua justru sampai langsung ke telinga Tuhan."
Jawaban tersebut mengingatkan bahwa dalam Kerajaan Allah, yang terutama bukanlah gelar atau jabatan, melainkan kehidupan yang tinggal dalam kebenaran Allah.
Hal inilah yang menjadi pesan utama dalam surat 2 Yohanes. Surat ini dibuka dengan kalimat: "Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi dalam kebenaran."
