Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 7 Agustus 2026, Mazmur 94:1-7 Tuhan Hakim Yang Adil

Pembacaan Alkitab : Mazmur 94:1-7
TEMA : TUHAN HAKIM YANG ADIL
"Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan, milik-Mu sendiri mereka tindas." (Mazmur 94:5)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Setiap orang tentu mendambakan keadilan. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar ungkapan bahwa hukum kadang tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Ada orang yang berbuat jahat, tetapi tampaknya hidupnya tetap berhasil dan bahkan semakin kaya.
Sebaliknya, ada orang yang hidup jujur, bekerja dengan sungguh-sungguh, namun justru mengalami penderitaan dan ketidakadilan. Pengalaman seperti ini dapat membuat hati menjadi kecewa dan muncul pertanyaan, "Di manakah keadilan Tuhan?"
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keadilan adalah sifat atau perbuatan yang adil, tidak memihak, tidak berat sebelah, dan memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Namun, keadilan manusia sering kali terbatas.
Manusia dapat dipengaruhi oleh kepentingan, kekuasaan, uang, atau rasa takut. Karena itu, keadilan yang sejati hanya dapat ditemukan di dalam Allah, Sang Hakim yang sempurna.
Mazmur 94 lahir dari pergumulan yang nyata. Pemazmur menyaksikan orang-orang fasik bertindak semena-mena terhadap umat Tuhan. Mereka menindas orang lemah, menyakiti sesama, bahkan menghancurkan kehidupan orang-orang yang tidak berdaya.
Melihat kenyataan itu, pemazmur tidak memilih membalas dengan kekerasan atau kebencian. Sebaliknya, ia datang kepada Tuhan dan berseru, "Ya Allah pembalas, ya TUHAN, tampillah!" Seruan ini bukanlah ungkapan dendam pribadi, melainkan doa agar Tuhan menegakkan kebenaran dan keadilan.
Ayat 5 menjadi gambaran yang sangat menyentuh hati: "Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan, milik-Mu sendiri mereka tindas." Penindasan yang dialami umat Allah bukan sekadar masalah sosial, tetapi juga menjadi perhatian Tuhan sendiri. Ketika umat-Nya disakiti, Tuhan tidak tinggal diam. Ia melihat, mendengar, dan mengetahui setiap air mata, setiap penderitaan, dan setiap ketidakadilan yang dialami anak-anak-Nya.
