Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 9 Agustus 2026, Mazmur 94:20-21 Tuhan Pembela Dan Penghibur

Pembacaan Alkitab : Mazmur 94:20-21
TEMA : TUHAN PEMBELA DAN PENGHIBUR
"Bagaimana mungkin Engkau bersekongkol dengan kebusukan peradilan, yang merancang bencana berdasarkan peraturan?" (Mazmur 94:20)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Keadilan merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam kehidupan manusia. Setiap orang ingin diperlakukan dengan adil, dihargai martabatnya, dan memperoleh perlindungan ketika mengalami ketidakbenaran.
Namun kenyataannya, dunia yang kita hidupi masih dipenuhi oleh berbagai bentuk ketidakadilan. Ada orang yang menggunakan kekuasaan untuk menindas. Ada yang memutarbalikkan fakta demi keuntungan pribadi.
Ada pula yang memanfaatkan hukum demi kepentingan kelompok tertentu. Akibatnya, mereka yang lemah sering menjadi korban, sedangkan pelaku kejahatan tampak seolah-olah tidak tersentuh.
Pergumulan seperti inilah yang juga dialami oleh pemazmur. Dalam Mazmur 94:20–21 ia mengangkat sebuah pertanyaan yang sangat tajam kepada Allah, "Bagaimana mungkin Engkau bersekongkol dengan kebusukan peradilan, yang merancang bencana berdasarkan peraturan?" Pertanyaan ini bukanlah ungkapan keraguan terhadap Allah, melainkan penegasan iman bahwa Allah sama sekali tidak mungkin mendukung kejahatan.
Pemazmur melihat adanya orang-orang yang menggunakan aturan dan kekuasaan sebagai alat untuk melakukan ketidakadilan. Seharusnya hukum menjadi sarana untuk melindungi yang benar, tetapi justru dipakai untuk menindas orang yang lemah. Keadaan ini menimbulkan penderitaan yang besar bagi mereka yang menjadi korban.
Istilah "kebusukan peradilan" menggambarkan sistem yang rusak karena kehilangan dasar kebenaran. Ketika keadilan diperdagangkan, ketika kebohongan dianggap sebagai kebenaran, dan ketika kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kejujuran, masyarakat akan kehilangan rasa aman dan saling percaya. Pemazmur menyadari bahwa semua itu bertentangan dengan karakter Allah yang kudus dan adil.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa Allah tidak pernah bersekutu dengan dosa. Kekudusan-Nya membuat Dia tidak mungkin membenarkan apa yang salah. Kasih Allah tidak pernah menghapus keadilan-Nya, dan keadilan-Nya tidak pernah bertentangan dengan kasih-Nya. Karena itu, ketika manusia menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan perbuatan yang jahat, sesungguhnya mereka sedang menyalahgunakan nama-Nya.
