Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 10 Agustus 2026, Yohanes 8:7-11  Jangan Menghakimi

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Yohanes 8:7–11
TEMA : JANGAN MENGHAKIMI

"Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: 'Siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.'" (Yohanes 8:7)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai orang yang begitu mudah menghakimi sesamanya. Ketika seseorang melakukan kesalahan, tidak sedikit orang yang langsung memberikan cap buruk, menyebarkan berita, bahkan mempermalukannya di depan umum.

Advertisement

Di era media sosial saat ini, kebiasaan menghakimi menjadi semakin mudah dilakukan. Hanya dengan beberapa kalimat atau komentar, seseorang dapat menjadi sasaran hinaan dan cemoohan banyak orang. Ironisnya, orang yang menghakimi sering kali lupa bahwa dirinya pun memiliki kelemahan dan dosa.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita merenungkan bagaimana Yesus memandang orang berdosa. Apakah Ia datang untuk menghakimi atau untuk menyelamatkan? Jawaban atas pertanyaan itu menjadi pelajaran yang sangat penting bagi kehidupan kita sebagai orang percaya.

Perikop ini melanjutkan kisah ketika seorang perempuan yang tertangkap berbuat zina dibawa kepada Yesus. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi menempatkannya di tengah-tengah orang banyak.

Advertisement

Perempuan itu menjadi pusat perhatian dan sasaran penghakiman. Dalam masyarakat Yahudi pada masa itu, perempuan sering berada dalam posisi yang lemah. Mereka tidak memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki dan sering menjadi korban ketidakadilan.

Bahkan dalam peristiwa ini terlihat jelas bahwa hanya perempuan yang dibawa kepada Yesus, sementara laki-laki yang melakukan perzinahan bersamanya tidak dihadapkan. Padahal menurut hukum Taurat, keduanya sama-sama bersalah.

Hal ini menunjukkan bahwa tujuan para ahli Taurat dan orang Farisi bukanlah menegakkan keadilan. Mereka justru memanfaatkan perempuan itu sebagai alat untuk menjebak Yesus. Jika Yesus mengatakan perempuan itu tidak perlu dihukum, Ia dapat dituduh melanggar hukum Musa.

Sebaliknya, jika Yesus menyetujui hukuman mati, Ia dapat dipersalahkan oleh pemerintah Romawi yang saat itu membatasi pelaksanaan hukuman mati oleh orang Yahudi. Mereka menganggap telah berhasil menempatkan Yesus dalam situasi yang tidak mungkin dihindari.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer