Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 11 Agustus 2026, Yohanes 9:1-7  Pekerjaan Allah Harus Dinyat

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Yohanes 9:1–7
TEMA : PEKERJAAN ALLAH HARUS DINYATAKAN KEPADA DUNIA

"Jawab Yesus: 'Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.'" (Yohanes 9:3)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah "kepo." Istilah ini biasanya dipakai untuk menggambarkan seseorang yang terlalu ingin tahu urusan orang lain.

Advertisement

Tidak jarang rasa ingin tahu itu bukan bertujuan untuk menolong, melainkan sekadar memuaskan rasa penasaran. Akibatnya, orang mulai berspekulasi, menghakimi, bahkan menyebarkan cerita yang belum tentu benar.

Padahal sebagai orang percaya, rasa ingin tahu seharusnya membawa kita kepada kepedulian. Ketika mengetahui seseorang sedang mengalami kesulitan, sakit, atau pergumulan hidup, respons kita bukanlah mencari-cari kesalahan atau penyebabnya, melainkan bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk menolong?" Itulah sikap yang dikehendaki Tuhan.

Inilah pelajaran yang kita temukan dalam Yohanes 9:1–7. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang berjalan, mereka melihat seorang laki-laki yang buta sejak lahir. Orang itu duduk mengemis karena tidak mampu bekerja. Pada zaman itu, penyandang disabilitas sering dipandang rendah. Mereka dianggap sebagai beban masyarakat dan sering dikaitkan dengan hukuman Allah.

Advertisement

Melihat orang buta itu, para murid bertanya kepada Yesus, "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"

Pertanyaan itu mencerminkan cara berpikir masyarakat Yahudi saat itu. Mereka percaya bahwa setiap penderitaan pasti merupakan akibat langsung dari dosa tertentu. Jika seseorang mengalami penyakit atau kecacatan, mereka menganggap pasti ada dosa yang menjadi penyebabnya. Bahkan mereka berani menghubungkan kondisi seseorang dengan kesalahan orang tuanya.

Cara berpikir seperti ini ternyata masih sering kita jumpai pada masa kini. Ketika seseorang mengalami musibah, ada yang berkata, "Mungkin dia kurang berdoa." Ketika seseorang jatuh sakit, ada yang langsung berkata, "Pasti ada dosa yang belum dibereskan." Ketika sebuah keluarga mengalami kesulitan, ada yang beranggapan bahwa Allah sedang menghukum mereka.

Memang benar bahwa dosa membawa akibat dalam kehidupan manusia. Namun tidak semua penderitaan merupakan hukuman langsung atas dosa pribadi. Ada banyak hal yang berada dalam kedaulatan Allah dan sering kali melampaui kemampuan manusia untuk memahaminya.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer