Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 11 Agustus 2026, Yohanes 9:8-12  Menyaksikan Yesus Melalui

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

PEMBACAAN ALKITAB: Yohanes 9:8-12
TEMA: MENYAKSIKAN YESUS MELALUI PENGALAMAN HIDUP

"Jawabnya: 'Orang yang disebut Yesus itu membuat lumpur, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.'" (Yohanes 9:11)

Shalom, Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Setiap orang memiliki cerita hidup. Ada cerita tentang sukacita, ada pula cerita tentang air mata. Ada pengalaman keberhasilan, tetapi ada juga pengalaman kegagalan, sakit, pergumulan, bahkan kehilangan.

Advertisement

Namun, sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan setiap pengalaman hidup terjadi tanpa tujuan. Di balik setiap pengalaman, Tuhan sedang membentuk iman kita dan memberikan kesempatan agar hidup kita menjadi kesaksian bagi orang lain.

Itulah yang kita lihat dalam kisah Yohanes 9. Seorang yang sejak lahir buta mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Pertemuan itu mengubah seluruh hidupnya. Ia yang selama ini hanya dikenal sebagai pengemis, kini dapat melihat. Perubahan itu begitu nyata sehingga para tetangga dan orang-orang yang mengenalnya menjadi heran.

Mereka bertanya-tanya, "Benarkah ini orang yang dulu buta?" Sebagian berkata, "Ya, benar." Sebagian lagi berkata, "Bukan, hanya mirip." Di tengah perdebatan itu, orang yang telah disembuhkan itu tampil dengan berani dan berkata, "Benar, akulah itu."

Advertisement

Saudara-saudari, perubahan yang nyata selalu mengundang perhatian. Ketika Tuhan bekerja dalam hidup seseorang, orang lain akan melihat adanya perbedaan. Mereka mungkin tidak langsung percaya, bahkan ada yang meragukan. Namun perubahan yang berasal dari Tuhan tidak dapat disembunyikan.

Hidup yang dahulu penuh kegelapan kini menjadi terang. Hati yang dahulu dipenuhi kebencian kini dipenuhi kasih. Orang yang dahulu putus asa kini memiliki pengharapan. Semua itu menjadi kesaksian yang hidup.

Menariknya, ketika orang banyak bertanya bagaimana ia bisa sembuh, orang yang tadinya buta itu tidak memberikan penjelasan yang rumit. Ia tidak berbicara tentang teori atau pengetahuan yang tinggi.

Ia hanya menceritakan apa yang benar-benar dialaminya. Ia berkata, "Orang yang disebut Yesus itu membuat lumpur, mengoleskannya pada mataku, menyuruh aku pergi ke Siloam untuk membasuh diri, lalu aku pergi, membasuh diri, dan sekarang aku dapat melihat."

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer