Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 15 Agustus 2026, Efesus 5:17-19 Menegerti Kehendak Tuhan

Pembacaan Alkitab : Efesus 5:17-19
TEMA : MENGERTI KEHENDAK TUHAN
“Tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:17)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Rasul Paulus mengingatkan orang percaya agar hidup dengan arif dan tidak seperti orang bebal. Salah satu ciri kebodohan secara spiritual adalah tidak berusaha memahami kehendak Tuhan.
Ketika seseorang tidak lagi peduli pada kehendak Allah, hidupnya mudah kehilangan arah. Ia cenderung mengikuti keinginan diri sendiri, mengejar kesenangan sesaat, dan mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan apakah semuanya berkenan kepada Tuhan.
Paulus bahkan memberikan contoh yang sangat konkret: “Janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu.” Nasihat ini tentu tidak hanya berbicara tentang minuman beralkohol.
Paulus sedang memperingatkan manusia agar tidak menyerahkan hidupnya kepada sesuatu yang menguasai dan mengendalikan dirinya. Anggur pada zaman itu dapat menjadi simbol dari kehidupan yang berpusat pada kesenangan, kenikmatan, dan pelarian diri.
Bukankah hal seperti ini juga dapat terjadi dalam kehidupan kita sekarang? Seseorang dapat “mabuk” bukan hanya oleh anggur, tetapi juga oleh uang, kekuasaan, pekerjaan, popularitas, hiburan, teknologi, atau berbagai kesenangan lainnya.
Ketika sesuatu mulai menguasai hati dan pikiran kita sehingga Tuhan tidak lagi menjadi pusat kehidupan, sesungguhnya kita sedang kehilangan kebebasan yang Allah berikan.
Kebodohan spiritual membuat seseorang mengejar kepuasan instan. Yang penting adalah apa yang menyenangkan sekarang, bukan apa yang benar dan berguna di hadapan Tuhan.
