Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 15 Agustus 2026, Efesus 5:230-21 Saling Merendahkan Diri

Pembacaan Alkitab: Efesus 5:20-21
Tema: Saling Merendahkan Diri
“Tunduklah seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.” (Efesus 5:21)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Salah satu alasan seseorang bersikap sombong adalah keterbatasannya dalam memahami kebenaran. Ia merasa bahwa dirinya mengetahui segala sesuatu atau setidaknya merasa lebih tahu daripada orang lain.
Karena itu, ia mudah merendahkan, mengabaikan, bahkan menolak pendapat sesamanya. Sering kali kesombongan membuat seseorang sulit menerima nasihat karena ia merasa dirinya selalu benar.
Padahal, sikap seperti itu justru menunjukkan bahwa seseorang belum sungguh-sungguh memahami dirinya sendiri. Tidak seorang pun di antara kita yang sempurna.
Kita memiliki keterbatasan, kelemahan, dan kekurangan. Pengetahuan kita terbatas, pengalaman kita terbatas, dan kemampuan kita pun terbatas. Kita membutuhkan orang lain untuk belajar, bertumbuh, dan menjalani kehidupan.
Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Rasul Paulus mengingatkan orang percaya untuk “mengucap syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.” Setelah itu Paulus berkata, “Tunduklah seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”
Kedua nasihat ini sebenarnya memiliki hubungan yang sangat erat. Orang yang sungguh-sungguh menyadari bahwa hidupnya adalah anugerah Allah akan lebih mudah bersyukur dan lebih rendah hati.
Ia menyadari bahwa apa yang dimilikinya bukan semata-mata hasil kehebatan dirinya sendiri. Kecerdasan, kesehatan, kemampuan, pekerjaan, keluarga, kesempatan untuk berkarya, bahkan setiap napas kehidupan adalah pemberian Tuhan.
Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk menyombongkan diri dan merasa lebih tinggi daripada orang lain. Justru karena semuanya adalah anugerah, kita dipanggil untuk mengucap syukur dan menggunakan segala sesuatu yang Tuhan berikan untuk menjadi berkat.
