Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 19 Agustus 2026, Yohanes 8:54-59  Yesus Sudah Ada Sebelum Abraham

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Yohanes 8:54-59
Tema: Yesus Sudah Ada Sebelum Abraham

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Hidup kita sering kali mengalami perubahan. Hari ini kita merasa bahagia, besok mungkin kita mengalami kekhawatiran. Hari ini keadaan ekonomi baik, tetapi besok kita mungkin menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.

Kadang-kadang kita merasa percaya diri karena mendapat penghargaan dari orang lain, tetapi pada saat yang lain kita menjadi kecewa karena dikritik atau direndahkan.

Advertisement

Ada juga masa ketika kesehatan kita baik, tetapi kemudian kita berhadapan dengan kelemahan tubuh. Ada masa ketika pekerjaan berjalan lancar, tetapi ada pula saat ketika masa depan terasa tidak pasti.

Semua itu menunjukkan bahwa kehidupan manusia sangat mudah berubah. Karena itu, kita membutuhkan sesuatu yang tidak berubah. Kita membutuhkan jangkar yang kuat ketika kehidupan sedang berguncang. Dan firman Tuhan hari ini mengarahkan kita kepada satu pribadi yang tidak berubah, yaitu Yesus Kristus.

Dalam Yohanes 8:54-59, terjadi percakapan yang sangat tajam antara Yesus dan orang-orang Yahudi. Mereka berbicara tentang Abraham. Mereka merasa memiliki kebanggaan karena Abraham adalah nenek moyang mereka. Namun, Yesus menyampaikan sesuatu yang sulit mereka pahami.

Advertisement

Yesus berkata dalam ayat 58: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum Abraham ada, Aku telah ada.”

Perkataan ini bukan sekadar mengatakan bahwa Yesus lebih tua daripada Abraham. Yesus sedang menyatakan sesuatu yang jauh lebih dalam tentang identitas-Nya. Ia menyatakan keberadaan-Nya yang melampaui waktu.

Bagi manusia, kehidupan dibatasi oleh waktu. Kita lahir, bertumbuh, menjadi dewasa, menjadi tua, dan akhirnya meninggal. Kita memiliki masa lalu, masa kini, dan masa depan. Tetapi Yesus tidak dibatasi oleh garis waktu manusia. Ia sudah ada sebelum Abraham dan tetap ada sampai selama-lamanya.

Di sinilah kita menemukan dasar pengharapan iman Kristen. Yesus bukan sekadar tokoh sejarah yang hidup sekitar dua ribu tahun yang lalu. Ia adalah Tuhan yang hadir dalam sejarah, hadir pada masa kini, dan tetap berkuasa atas masa depan.

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:11-13  Jangan Menganggap Diri Bija

"Karena itu, baiklah kita berusaha masuk ke peristirahatan itu, supaya jangan seorang pun jatuh

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:5-8  Hari Ini Bukan Besok

"Karena itu, la menetapkan lagi suatu hari, yaitu "hari ini", ketika la berfirman dengan perantaraan Daud jauh di kemudian hari..."

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:14-18  Berpegang Teguh Pada Keputu

"Karena kita telah menjadi bagian dari Kristus, asal saja kita berpegang teguh sampai akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer