Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 21 Agustus 2026, Yohanes 12:9-11 Hidup Yang Menjadi Kesaksian

Pembacaan Alkitab: Yohanes 12:9-11
Tema: Hidup Yang Menjadi Kesaksian
Ayat kunci: “Sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.” Yohanes 12:11
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Ada orang yang tidak banyak berbicara, tetapi hidupnya berbicara sangat kuat. Ada kesaksian yang tidak disampaikan dari mimbar, tetapi terlihat dari cara seseorang menjalani kehidupannya.
Kejujuran, kesabaran, pengampunan, kesetiaan, dan perubahan hidup dapat menjadi kesaksian yang jauh lebih kuat daripada kata-kata. Hal inilah yang kita lihat dalam diri Lazarus.
Dalam Yohanes 12, Lazarus baru saja dibangkitkan oleh Yesus. Peristiwa itu menjadi perhatian banyak orang. Mereka datang bukan hanya untuk melihat Yesus, tetapi juga untuk melihat Lazarus, orang yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Kehadiran Lazarus menjadi bukti nyata bahwa kuasa Yesus bukan sekadar perkataan. Ia berkuasa atas maut.
Namun, menariknya, Lazarus tidak tercatat berkhotbah panjang. Ia tidak memberikan pembelaan diri. Ia hanya hadir sebagai seorang yang telah mengalami pekerjaan Tuhan. Tetapi kehadirannya sudah menjadi kesaksian.
Yohanes 12:11 berkata, “Sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.” Artinya, kehidupan Lazarus membuat orang melihat kepada Yesus.
Saudara-saudari, Inilah panggilan kita sebagai orang percaya: hidup sedemikian rupa sehingga orang lain dapat melihat pekerjaan Kristus melalui kehidupan kita.
Lazarus adalah semacam “kesaksian hidup” tentang anugerah Tuhan. Ia tidak menghidupkan dirinya sendiri. Yesuslah yang membangkitkannya. Karena itu, hidup Lazarus menjadi kesaksian tentang kuasa dan kasih karunia Kristus. Demikian juga dengan kita. Perubahan yang terjadi dalam diri kita bukan pertama-tama karena kehebatan kita, melainkan karena pekerjaan Tuhan.
Dulu mungkin kita mudah marah, tetapi sekarang belajar mengampuni. Dulu kita hidup dengan kebiasaan yang tidak benar, tetapi sekarang belajar meninggalkannya. Dulu kita mungkin tidak jujur, tetapi sekarang memilih berkata benar sekalipun ada risiko. Dulu kita hidup hanya untuk diri sendiri, tetapi sekarang belajar peduli dan melayani sesama.
