Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 21 Agustus 2026, Yohanes 12:37-43 Kemuliaan Allah Atau Penagkuan Manusia

Pembacaan Alkitab: Yohanes 12:37-43
Tema: Kemuliaan Allah atau Pengakuan Manusia?
Ayat kunci: “Sebab mereka lebih menyukai kehormatan manusia daripada kehormatan Allah.” Yohanes 12:43
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Ada seorang pemuda yang diam-diam mencintai seorang pemudi. Dalam hatinya ia merasa bahwa pemudi itu adalah orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidupnya.
Namun, ia tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya. Ia memilih diam karena merasa lebih aman. Sampai suatu hari, ia menerima undangan pernikahan pemudi tersebut dengan pemuda lain.
Mengapa hal itu terjadi? Bukan karena ia tidak memiliki perasaan. Bukan karena ia tidak tahu apa yang diinginkannya. Tetapi karena ia terlalu takut mengambil risiko. Ia memilih kenyamanan daripada keberanian. Akhirnya, apa yang sebenarnya ada di dalam hatinya tidak pernah menjadi kenyataan.
Saudara-saudari, Situasi yang mirip kita temukan dalam Yohanes 12:37-43. Yohanes mencatat bahwa meskipun Yesus telah melakukan begitu banyak tanda di hadapan mereka, mereka tetap tidak percaya kepada-Nya. Bahkan di antara para pemimpin Yahudi ada yang sebenarnya percaya kepada Yesus. Tetapi mereka tidak berani mengakuinya secara terbuka.
Mengapa? Karena mereka takut. Yohanes 12:42 mengatakan bahwa mereka takut dikucilkan dari sinagoge. Mereka lebih memikirkan kedudukan, penerimaan sosial, dan kehormatan di mata manusia daripada pengakuan iman kepada Kristus.
Kemudian Yohanes memberikan sebuah kesimpulan yang sangat tajam dalam ayat 43: “Sebab mereka lebih menyukai kehormatan manusia daripada kehormatan Allah.”
Di sinilah kita menemukan persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Kadang-kadang kita bukan tidak percaya kepada Tuhan. Kita percaya. Kita tahu firman-Nya benar. Kita tahu apa yang seharusnya dilakukan. Tetapi ketika iman menuntut keberanian dan pengorbanan, kita mulai mundur karena takut terhadap penilaian manusia.
Kita tahu bahwa bergosip itu tidak benar, tetapi kita ikut supaya tidak dianggap aneh. Kita tahu bahwa bekerja dengan jujur adalah kehendak Tuhan, tetapi kita tergoda melakukan kecurangan karena takut kalah dari orang lain.
