Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 27 Agustus 2026, Amsal 17:12-13  Berbuat Baiklah Senantiasa

A
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Advertisement

Pembacaan Alkitab: Amsal 17:12-13
Tema: Berbuat Baiklah Senantiasa

Selamat pagi, sahabat pembaca Sabda GPIB yang dikasihi Tuhan. Ada pepatah yang sering kita dengar: “Air susu dibalas air tuba.” Pepatah ini menggambarkan sebuah kenyataan yang tidak selalu mudah kita terima: kebaikan yang kita berikan justru dibalas dengan keburukan.

Pernahkah kita mengalaminya? Kita sudah berusaha membantu seseorang dengan tulus, tetapi yang kita terima justru perkataan yang menyakitkan, sikap yang mengecewakan, atau bahkan perlakuan yang tidak baik.

Advertisement

Dalam situasi seperti itu, sangat mudah bagi kita untuk marah, kecewa, bahkan menyimpan dendam. Kita mungkin berpikir, “Kalau dia berbuat jahat kepada saya, mengapa saya harus tetap berbuat baik kepadanya?” Namun, firman Tuhan hari ini mengajak kita melihat persoalan ini dari sudut pandang yang berbeda.

Amsal 17:13 berkata: “Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menjauh dari rumahnya.” Ayat ini memberikan peringatan yang tegas. Tuhan tidak menghendaki kita membalas kebaikan dengan kejahatan.

Sebab setiap tindakan memiliki konsekuensi. Apa yang kita lakukan bukan hanya berdampak kepada orang lain, tetapi juga dapat kembali memengaruhi kehidupan kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Advertisement

Ada dua hal penting yang dapat kita renungkan dari firman Tuhan ini.

Pertama, cara kita merespons mencerminkan hati kita.

Ketika seseorang berbuat baik kepada kita, sudah sewajarnya kita menghargai dan membalasnya dengan kebaikan. Ketika kita menerima pertolongan, perhatian, kasih, atau pengampunan dari orang lain, jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Belajarlah bersyukur dan meneruskan kebaikan itu.

Namun, tantangan yang lebih besar muncul ketika kita diperlakukan tidak baik. Pada saat itulah hati kita diuji. Apakah kita akan membalas dengan kemarahan? Apakah kita akan menyimpan kebencian? Ataukah kita memilih untuk tetap melakukan apa yang baik?

Advertisement

Artikel Terkait

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 31 Okotber 2026, Ibrani 4:9-10  Sesaat Merenungkan Karya Tuha

"Jadi, masih tersedia suatu hari perhentian, yaitu Sabat, bagi umat Tuhan"

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 30 Okotber 2026, Ibrani 4:1-4  Iman Menjadikan Kita Menyatu D

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama sepeti kepada mereka..."

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasih

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 29 Okotber 2026, Ibrani 3:7-13  Saling Memulihkan Dalam Nasihat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer