Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 1 September 2026, 1 Korintus 12:1-7 Karunia Untuk Kepentingan Bersama

Pembacaan Alkitab: 1 Korintus 12:1-7
Tema: KARUNIA UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA
“Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” (1 Korintus 12:7)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Pagi ini, mungkin kita membuka mata dengan berbagai beban yang sudah menunggu. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, keluarga yang perlu diperhatikan, tanggung jawab yang tidak dapat ditunda, bahkan mungkin ada pergumulan yang hanya kita simpan dalam hati.
Dalam keadaan seperti itu, terkadang kita merasa diri kita biasa saja. Kita mungkin berpikir, “Apa yang bisa saya lakukan? Apa yang saya punya untuk Tuhan dan untuk orang lain?”
Namun firman Tuhan pagi ini mengingatkan kita bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berguna di hadapan Allah. Setiap orang yang percaya kepada Kristus telah menerima sesuatu dari Tuhan.
Ada karunia, kemampuan, kesempatan, pengalaman, perhatian, hikmat, tenaga, dan berbagai bentuk pemberian Tuhan yang dapat dipakai untuk menjadi berkat bagi sesama.
Paulus dalam 1 Korintus 12 berbicara kepada jemaat di Korintus mengenai karunia-karunia Roh. Jemaat Korintus adalah jemaat yang memiliki banyak karunia rohani. Tetapi persoalannya, mereka mulai membandingkan diri, menonjolkan karunia tertentu, dan kurang memahami tujuan sebenarnya dari karunia tersebut.
Karena itu Paulus mengingatkan mereka bahwa karunia bukanlah alasan untuk menyombongkan diri. Karunia bukan diberikan supaya seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Sebaliknya, karunia diberikan untuk kepentingan bersama. Ayat 7 berkata: “Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.”
Perhatikan kata “tiap-tiap orang.” Artinya, setiap orang memiliki tempat dan peran dalam karya Tuhan. Tidak hanya pendeta. Tidak hanya majelis. Tidak hanya mereka yang aktif dalam pelayanan gereja. Setiap orang memiliki sesuatu yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan.
