Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 5 September 2026, Ibrani 2:5-13 Berdiri Di Garis Depan Keadilan

Pembacaan Alkitab : Ibrani 2:5-13
TEMA : BERDIRI DI GARIS DEPAN KEADILAN
"..... Perintis yang memimpin mereka kepada keselamatan melalui penderitaan". (ay.10)
Menutup mata terhadap penindasan demi mengamankan posisi pribadi adalah dosa pengecut yang sering kali dibungkus rapi dengan nama "kesabaran".
Kita terjebak dalam kemunafikan saat melihat ketidakadilan terjadi di depan mata, namun memilih bungkam agar zona nyaman tetap terjaga.
Padahal, pengikut Kristus tidak pernah dipanggil untuk lari ketakutan dari peperangan melawan sistem yang menindas.
Keselamatan sejati tidak pernah lahir melalui jalan pintas yang serba aman.
Surat Ibrani pasal dua menegaskan realitas keras bahwa Yesus harus melewati penderitaan maut untuk membawa banyak orang menuju kemuliaan.
Ia menjadi Perintis yang sempurna justru karena la berani berhadapan langsung dengan sistem kejahatan yang merampas martabat manusia.
Bagi Kristus, kasih tanpa keberanian adalah semu. Kasih tidak bisa berhenti hanya dalam percakapan, tetapi dalam perbuatan baik yang menolong dan melindungi sesama dari kejahatan yang mengancam hidup mereka.
